Gempa di Donggala

BNPB Prioritaskan Bantuan Tenaga Medis dan Obat-Obatan di Palu dan Donggala

Satu di antara tujuh skala prioritas yang penting diketahui adalah penanganan medis dan jenazah.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Kompas.com/ROSYID A AZHAR
Warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengangkuti barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah-rumah mereka yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4. (KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Memasuki hari kelima penanganan terhadap korban gempa dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah (Sulteng), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfokuskan bantuan dalam tujuh prioritas penanganan darurat.

Ketujuh prioritas tersebut diantaranya melanjutkan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, kemudian penanganan medis dan jenazah, lalu percepatan pemulihan jaringan listrik, selanjutnya percepatan pasokan BBM, distribusi logistik dan makanan untuk pengungsi, serta percepatan jaringan komunikasi.

Satu di antara tujuh skala prioritas yang penting diketahui adalah penanganan medis dan jenazah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, prioritas yang difokuskan hari ini satu diantaranya menyalurkan bantuan tenaga medis dan obat-obatan.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut kini sudah mulai masuk ke lokasi yang menjadi titik pengungsian.

Selain itu, bantuan berupa rumah sakit lapangan juga didirikan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, mengingat mereka kini hidup terbatas di pengungsian pasca gempa bermagnitudo besar itu.

"Bantuan tenaga medis dan obat-obatan terus berdatangan, didirikan (pula) rumah sakit lapangan," ujar Sutopo dalam konferensi pers yang digelar di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).

Ia menambahkan, untuk jenazah yang telah dimakamkan, tentunya telah diidentifikasi terlebih dahulu.

Meskipun kondisi jenazah korban meninggal dunia mulai mengalami kerusakan, namun pencocokan identitas melalui metode sederhana seperti menyamakan wajah dan ciri tubuh turut digunakan dalam proses pengidentifikasian korban.

"Jenazah yang dimakamkan sudah diidentifikasi, identifikasi dilakukan cepat dengan difoto wajahnya dan ciri-ciri tubuh korban," jelas Sutopo.

Untuk hari ini, sebanyak 153 jenazah yang telah teridentifikasi itu telah dimakamkan.

Pemakaman dilakukan di empat lokasi, yakni Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pabaya, Pentoloan, Petobo, dan Jalan Ongko Malino.

Sebagian besar jenazah dari 153 korban dimakamkan di TPU Pabaya, yakni sebanyak 114 orang.

"Pada hari ini sudah dimakamkan 153 jenazah, di TPU Pabaya 114, Pentoloan 35, Petobo 2, dan di Jalan Ongko Malino 2," kata Sutopo.

Untuk mengantarkan para jenazah itu sampai ke pemakaman setelah proses identifikasi, sebanyak 15 truk dikerahkan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved