Gempa di Donggala
Ini Daftar Negara yang Umumkan Beri Bantuan Untuk Korban Gempa di Palu dan Donggala
Menurut Wiranto, tawaran diberikan mengingat eratnya hubungan yang dibangun antara pemerintah Indonesia dengan negara lain.
Sementara itu, Uni Eropa juga sudah mengaktifkan sistem pemetaan satelit Copernicus untuk membantu pihak berwenang untuk terus memantau kawasan bencana.
Uni Eropa juga menyiagakan Pusat Kordinasi Respons Darurat (ERCC) untuk terus memantau perkembangan dan siap menyalurkan bantuan jika dibutuhkan.
• BREAKING NEWS: 2 Jenazah Dievakuasi Dari Hotel Roa Roa, Satu Dikenali Keluarga dari Jari Kelingking
3. Australia
Perdana Menteri Scott Morrison menuturkan, pemerintahannya telah menganggarkan dana awal 500.000 dollar Australia, sekitar Rp 5,4 miliar.
Dilansir news.com.au, Morrison berujar dana itu telah disalurkan ke Palang Merah Indonesia untuk kebutuhan medis paling mendesak seperti kain terpal.
Dia melanjutkan, Kedutaan Besar Australia di Jakarta bakal berkoordinasi untuk menentukan bantuan apa lagi yang bisa diberikan.
"Kami mempunyai pengalaman menangani bencana di bidang tertentu," kata PM berusia 50 tahun itu kepada awak media di Perth.
Dia melanjutkan, Australia memastikan bakal mendukung Indonesia yang disebutnya negara sahabat selama masa sulit ini.
• Update Korban Tewas Gempa dan Tsunami di Sulteng 1.234 Orang, BNPB: Masih Akan Terus Bertambah
4. Korea Selatan (Korsel)
Seorang pejabat anonim menjelaskan, pemerintahan Presiden Moon Jae-in bakal mengadakan rapat dengan dinas darurat pukul 17.00 waktu setempat.
Kepada Yonhap, pejabat itu menjelaskan rapat tersebut bakal membahas jenis bantuan apa yang bisa diberikan bagi korban gempa dan tsunami.
Kementerian Luar Negeri sebelumnya telah mengumumkan berencana mengucurkan dana darurat sebesar 1 juta dollar AS, sekitar Rp 15 miliar.
"Kami bakal mengadakan rapat untuk menentukan bantuan apa saja yang bisa kami berikan kepada pemerintah Indonesia," kata pejabat anonim itu.
• Diguncang Gempa Sejak Pagi, Warga Sumba Timur Mengungsi
5. Inggris
Sekutu AS, Inggris, juga mengumumkan bakal mengerahkan bantuan kemanusiaan dan pakar setelah mendapat permintaan bantuan.