Gempa di Donggala
Selamat dari Gempa di Palu, Grandis Terpaksa Menginap di Mobil Hingga Lewati Jalan Rawan Longsor
Grandis Putri bercerita, ia sempat pasrah ketika tertahan di jalan gunung Toboli karena medan jalan curam.
Penulis: Sachril Agustin Berutu | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Namun, lanjut Putri, supirnya itu meminta untuk melanjutkan perjalanan.
Hal ini karena ia khawatir dan ingin mengecek keluarganya.
• Soroti Kejanggalan Kasus Ratna Sarumpaet, Mahfud MD Minta Fadli Zon Bertanggung Jawab
"Supir saya kebetulan orang Palu dan ia melihat ada mobil yang membawa jenazah anaknya. Supir saya langsung merasa khawatir dengan kondisi keluarganya dan meminta untuk melanjutkan perjalanan. Saya dan ayah saya memaklumi hal itu dan kami melanjutkan perjalanan saat Sabtu magrib," terangnya.
Ketika magrib, jalur ternyata sudah dibuka warga sekitar dan TNI.
Namun, perjalanan tidak bisa cepat karena harus melaju bergantian.
Pasalnya, tidak hanya ada kendaraan dari arah mobil Putri saja, ada juga kendaraan dari lawan arah yang ingin lewat.
Putri mengakui takut dan pasrah karena gempa masih terasa.
Terkadang gempa yang cukup besar juga sangat terasa meski skalanya waktunya hanya satu detik.
"Seperti di Puncak lah dipakai sistem one way. Kami berjalan pelan-pelan. Saya pun pasrah dan selalu membaca doa saat perjalanan karena kiri tebing dan ada sisa bekas tanah, kanan jalan jurang," tuturnya.
Akhirnya, Putri dan ayahnya sampai ke Palu dan waktu telah menunjukkan sekira pukul 00.00 WITA.
Mobil yang disewanya langsung dikembalikan dan mereka berdua langsung menuju ke posko bandara.
"Sempat dapat informasi bahwa akan ada pesawat Hercules. Saya dan ayah saya langsung ke sana," tutup Putri.