Sekjen PAN Pertanyakan Pemanggilan Amien Rais oleh Polisi Soal Kasus Ratna Sarumpaet

Menurutnya, posisi Amien Rais, Prabowo, dan tokoh politik lainnya tidak mengetahui bahwa kabar penganiayaan tersebut ternyata palsu.

Sekjen PAN Pertanyakan Pemanggilan Amien Rais oleh Polisi Soal Kasus Ratna Sarumpaet
Kompas.com
Sekjen PAN Eddy Soeparno saat menghadiri diskusi Daksa Forum, di Jakarta, Jumat (26/1/2018).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Sekretaris Jenderal PAN yang juga wakil ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Eddy Soeparno mempertanyakan pemanggilan Amien Rais oleh Polisi terkait kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Menurutnya, yang melakukan pembohongan hanya satu orang. Sementara yang lainnya hanya bersimpati berdasarkan rasa kemanusiaan.

"Bahwa yang berbohong menyatakan berita tidak benar satu orang, tetapi yang lain-lain kok sampai bisa menjadi bagian dari proses ini. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan," kata Eddy di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara nomor 4 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (5/10/2018).

Menurutnya, posisi Amien Rais, Prabowo, dan tokoh politik lainnya tidak mengetahui bahwa kabar penganiayaan tersebut ternyata palsu.

Mereka secara naluriah tergerak begitu mendengar kabar penganiayaan yang belakangan ternyata palsu.

"Apa yang dilakukan oleh pak Amien, apa yang dilakukan oleh pak Prabowo itu dilihat dari aspek kemanusiaan. Aspek kewajaran dan aspek kewarasan itu sah. Seseorang dianiaya apalagi yang bersangkutan adalah bagian dari tim badan pemenangan kita, seorang perempuan, berusia 70 tahun, dianiaya, tentu ada pembelaan," katanya.

Eddy mengaku tidak tahu mengapa dari sekian orang yang menyuarakan penganiayaan Ratna Sarumpaet tersebut, hanya Amien Rais yang dipanggil polisi.

Dirinya menurut Eddy tidak mau berasumsi terkait proses hukum yang sedang berjalan.

"Saya tidak mau berasumsi, saya tidak mau berspekulasi, pak Prabowo dan pak Amien sifatnya hanya merespons apa yang menjadi ungkapan dari ibu Ratna Sarumpet yang menyatakan bahwa dirinya dianiaya," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, dipanggil penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet (RS) Jumat siang, (5/10/2018).

Hanya saja Amien tidak hadir dalam pemanggilan tersebut. Amien Rais dipanggil penyidik karena ikut menyuarakan penganiayaan Ratna.

Amien bersama Prabowo dan Fadli Zon bahkan sempat menemui Ratna sehari sebelum pengakuan rekayasa penganiayaan tersebut.

(Tribunnews.com, Taufik Ismail) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved