Himpro CREBs IPB Gelar Pemeriksaan Kesehatan, Bayarnya Pakai Sampah

Sebanyak 20 mahasiswa Departemen Biokimia FMIPA IPB berusaha menyulap sampah organik menjadi produk yang berguna melalui program Kelola Landak.

Himpro CREBs IPB Gelar Pemeriksaan Kesehatan, Bayarnya Pakai Sampah
Humas IPB
Sebanyak 20 mahasiswa Departemen Biokimia FMIPA IPB berusaha menyulap sampah organik menjadi produk yang berguna melalui program Kelola Landak. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebagai upaya mengurangi banyaknya limbah organik di Desa Cibitung Tengah, Tenjolaya, Bogor, Himpunan Mahasiswa Departemen Biokimia (CREBs) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah pertanian dan limbah organik.

Sebanyak 20 mahasiswa Departemen Biokimia FMIPA IPB berusaha menyulap sampah organik menjadi produk yang berguna melalui program Kelola Landak (limbah ladang, dapur dan kandang).

Terdapat tiga program unggulan yang dilaksanakan yaitu bank sampah, klinik sampah, dan pembuatan pakan ternak ramah lingkungan.

Program bank sampah dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sampah plastik dan memberikan edukasi mengenai pengelolaan lingkungan yang baik.

Melalui program bank sampah tersebut juga dihasilkan pupuk organik yang siap pakai.

Berbeda dengan bank sampah, program klinik sampah merupakan program layanan kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat.

“Untuk mendapat layanan kesehatan, masyarakat cukup memberikan sejumlah sampah kepada petugas kesehatan. Layanan kesehatannya adalah pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, dan konsultasi pola hidup sehat,” ujar Zulfikar Muchammad, Ketua Pelaksana program Landak.

Sedangkan program pembuatan pakan ternak ramah lingkungan bertujuan menyediakan bahan pakan yang terbuat dari limbah organik.

Limbah tersebut difermentasi menggunakan molases supaya menjadi bahan pakan yang siap digunakan.

Di sisi lain, limbah organik tersebut juga diuraikan menjadi pupuk kompos dengan bantuan black soldier fly atau yang biasa disebut sebagai lalat tentara hitam.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved