Olahraga Lari Dipercaya Bisa Memperlambat Penuaan, Begini Penjelasannya Menurut Ahli

Peserta riset diminta untuk mengambil bagian dalam tiga sesi latihan dalam seminggu, dengan menetapkan secara acak salah satu dari tiga jenis latihan.

Tayang:
Editor: khairunnisa
ANTARA FOTO/INASGOC/ANDIKA WAHYU
Pelari Indonesia Fadlin (kanan) menyerahkan tongkat kepada Lalu Muhammad Zohri pada babak final Lari Estafet 4x100m Putra Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2018). Lalu Muhammad Zohri, Fadlin, Eko Rimbawan dan Bayu Kertanegara mencatatkan waktu 38,77 detik sekaligus mempersembahkan medali pertama Indonesia dari nomor 4 x 100 meter sejak tahun 1966. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Berlari di udara yang segar bisa menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan.

Selain itu, Lari sangat bermanfaat untuk memperkuat tulang dan otot tubuh.

Bahkan riset telah mengklaim melakukan olahraga Lari ringan atau jogging dapat memperlambat tanda-tanda Penuaan.

Riset yang dilakukan peneliti dari Leipzig University, Jerman, telah meneliti dampak dari berbagai olahraga terhadap tubuh manusia.

Periset membandingkan efek latihan daya tahan, olahraga interval intensitas tinggi, dan latihan resistensi.

Riset dilakukan selama enam bulan dengan meneliti 266 peserta dalam kondisi kesehatan yang baik.

Peserta riset diminta untuk mengambil bagian dalam tiga sesi latihan dalam seminggu, dengan menetapkan secara acak salah satu dari tiga jenis latihan.

Semua peserta dalam riset awalnya bukanlah orang yang aktif berolahraga.

Latihan daya tahan dalam riset ini dilakukan dalam bentuk olahraga Lari jarak panjang.

TERPOPULER - Jadi Dosen Tamu di UI, Begini Jawaban Maia Estianty Saat Ditanya Gelar Akademik Salut

Sementara itu, latihan intensitas tinggi dilakukan dengan pemanasan yang diikuti Lari interval.

Untuk latihan resistensi dilakukan dengan berbagai latihan seperti crunch, chest presses, leg curls.

Pada awal riset, peneliti tak lupa untuk menganalisis sel darah putih peserta, begitu pula saat periode akhir riset.

Hasilnya, panjang telomer dalam sel darah putih peserta yang melakukan latihan daya tahan dan latihan interval intensitas tinggi mengalami peningkatan lebih baik.

Hasil itu berbanding terbalik dengan mereka yang melakukan latihan resistensi atau mereka yang sama sekali tak berolahraga.

Telomer adalah peregangan DNA yang dapat ditemukan di ujung kromosom yang mempengaruhi cara manusia menua.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved