Pilpres 2019
Informasi 7 Kontainer Surat Suara Bikin Geger, Mahfud MD Sebut Tidak Masuk Akal
KPU melakukan pengecekan ke Tanjung Priok terkait informasi adanya tujuh kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos.
Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
Mahfud menilai, informasi itu hanya trik politik, dan juga gerakan untuk mengacau.
"Apapun, sudah benar KPU lapor ke polisi dan polisi harus usut," kata Mahfud MD lewat cuitannya.
Lapor Polisi
Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, KPU telah berkoordinasi dengan Cyber Crime Mabes Polri untuk menindaklanjuti penyebaran hoaks tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos.
Menurut Ketua KPU Arief Budiman, pihak kepolisian akan segera melacak dan mencari pihak yang menyebarkan berita bohong itu.
Hingga saat ini belum diketahui siapa yang pertama kali membuat dan menyebarkan hoaks yang berawal dari rekaman suara yang tersebar di berbagai sosial media tersebut.
• 7 Kontainer Surat Suara di Tanjung Priok Hoaks, Mendagri Ingatkan Masyarakat untuk Lapor Polisi
"Saya ingin menyampaikan kepada pihak kepolisian untuk melacak dan mencari siapa yang menyebarkan dan membuat rekaman suara ini, termasuk siapa yang menulis. Jadi ada capture tulisan yang memuat tentang berita
Pada Rabu malam, KPU bersama Badan Pengawas Pemilu melakukan pengecekan informasi itu ke Kantor Bea dan Cukai, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
• Istri Kalapas Sukamiskin Bingung Malammalam Ada yang Kirim Hadiah Mobil ke Rumahnya
Arief mengatakan, sebelum meminta pihak kepolisian untuk ikut melacak pelaku, KPU sudah lebih dulu merunut kronologi tersebarnya informasi itu.
Akan tetapi, karena masifnya informasi yang tersebar melalui berbagai platform, KPU belum menemukan penyebar hoaks.
• Tim Jokowi-Maruf Amin Pertimbangkan Laporkan Andi Arief soal Hoaks Surat Suara di Tanjung Priok
Oleh karena itu, KPU bekerja sama dengan kepolisian mencari pelaku.
Arief menegaskan, KPU akan melawan siapa pun pihak yang mengganggu penyelenggaraan pemilu.
"Jadi orang-orang jahat yang mengganggu pemilu kita, yang mendelegitimasi penyelenggaraan pemilu itu harus ditangkap, kami akan lawan," kata Arief.(*)