Pilpres 2019

Bandingkan Pemilu Zaman Orba Dengan yang Sekarang, Mahfud MD: KPU Selalu Salah di Mata yang Kalah

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD memberi masukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tetap tegar menghadapi kritikan

Bandingkan Pemilu Zaman Orba Dengan yang Sekarang, Mahfud MD: KPU Selalu Salah di Mata yang Kalah
Kolase Tribunnews.com
mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD dan logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) 

Mahfud MD negnatakan kalau KPU sudah bersifat nasional, tetap dan mandiri.

Jusuf Kalla: Kalau Pertanyaan Debat Dirapatkan Dulu, yang Pantas Jadi Capres-Cawapres Timnya

KPU Bocorkan Daftar Pertanyaan Debat Capres, Said Didu: Mending Gelar Nobar Debat Capres 2014

Dalam catataan pada zaman kepemimpinan orde baru selama 32 tahun dan 7 kali pemilu, tidak ada seorang pun yang melanggar pemilu itu dihukum.

"Tetapi zaman reformasi ketika saya memimpin sidang di MK mnegadili hasil pemilu sebelum pemungutan suara sudah da 160 lebih orang masuk penjara karena melanggar. Menurut saya KPU terus saja jalan, kalo anda terpengaruh oleh yang seperti itu, anda nanti malah tidak akan konsentrasi," ucap Mahfud MD.

Mahfud MD mengingatkan KPU bahwa kritik itu pasti ada.

Ia pun mencontohkan soal beberapa pimpinan KPU sebelumnya yang digugat ke MK usai pemilu.

"KPU yang pertanma dulu Nazarudin Samsudin digugat ke MK, yang kedua Hafid Ansori digugat ke MK habis-habisan, lalu yang Husni Kamil Manik sama. Pokoknya gak ada yang benernya KPU itu di mata yang kalah," ungkapnya.

Mahfud MD memprediksi apa yang akan dialami KPU usai pemungutan suara.

Disebut Dampingi Jokowi, Mahfud MD Telah Urus Surat Pencalonan sebagai Pejabat Negara di PN Sleman.
Disebut Dampingi Jokowi, Mahfud MD Telah Urus Surat Pencalonan sebagai Pejabat Negara di PN Sleman. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Ia menyebut KPU pasti akan menghadapi isu soal kecurangan, dimana yang menuduh curang itru adalah dari pihak yang kalah.

"Saya menjadi hakim ketika menghadapi kasus-kasus seperti itu. sesudah diperiksa pengadilan kontestannya itu tidak Curang, Yang curang itu yang di bawah, yang silang sama-sama curang," tuturnya.

Mahfud MD menjelaskan, kecurangan yang terjadi dalam pemilu tidak serta merta membuat hasil pemilu itu batal.

Halaman
123
Penulis: yudhi Maulana
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved