Breaking News:

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Minta KNKT Ungkap Data Secara Benar Terkait Ditemukannya Kotak Hitam

Dislambair TNI AL Koarmada 1 berhasil menemukan kotak hitam berjenis cockpit voice recorder (CVR),dari pesawat Lion Air PK-LQP

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Petugas dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL Koarmada 1, Serda Satria Margono Susanto, menjadi orang pertama yang mengangkat black box rekaman suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP, Senin (14/1/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Tim Penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL Koarmada 1 berhasil menemukan kotak hitam berjenis cockpit voice recorder (CVR), dari pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang.

Penemuan kotak hitam CVR Lion Air PK-LQP kode penerbangan JT610 itu terjadi saat penyelaman hari ini baru dilakukan sekali, tepatnya pukul 8.28 WIB, di titik koordinat 05 48 46,503 S - 107 07 36,728 T.

Anton Sahadi, sebagai salah satu perwakilan keluarga korban kecelakaan Lion Air PK-LQP berharap agar rekaman yang terdapat dalam kotak hitam CVR dapat digunakan untuk proses penyelidikan.

"Saya minta KNKT sebagai lembaga tinggi negara, dibuka secara terang-benderang apa yang terjadi sebenarnya," ujar Anton Sahadi saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (14/1/2019).

"Harapan kami ya KNKT bisa mengungkap dengan sejelas-jelasnya," lanjutnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), untuk memfasilitasi keluarga korban kecelakaan yang jenazahnya hingga kini belum ditemukan.

"Kami minta Basarnas juga ambil sikap untuk memfasilitasi keluarga korban, untuk Mencari keluarga korban yang masih 64 lagi belum ketemu," ujar Anton Sahadi.

Sebelumnya, usai operasi SAR dihentikan pada Oktober 2018 lalu, KNKT sempat melakukan pencarian di perairan Tanjung Karawang menggunakan kapal MPV Everest mulai 19 Desember 2019.

Namun, karena tak membuahkan hasil, pencarian dengan kapal yang didatangkan dari Singapura itu dihentikan.

KNKT pun melanjutkan pencarian CVR mulai Selasa (8/1/2019) lalu bekerjasama dengan TNI AL dengan pengerahan KRI Spica-934.

Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 hilang kontak pada Senin (29/10/2018) pagi sekitar pukul 6.33 WIB. Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang ini dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. 

Adapun hingga saat ini, terdapat 64 jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP yang belum ditemukan oleh Basarnas.

(TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved