Tak Terima Diminta Cari Kerja, Anak di Sumbawa Bunuh Ayah Kandung
Seorang pemuda di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial GS (20) diduga menganiaya ayah kandungnya, S (46), hingga tewas.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang pemuda di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial GS (20) diduga menganiaya ayah kandungnya, S (46), hingga tewas gara-gara diminta mencari pekerjaan.
Personel Polsek Utan, Polres Sumbawa, sudah menangkap dan memeriksa GS.
Kapolsek Utan AKP Awaluddin, saat dikonfirmasi Rabu (29/4/2026), membenarkan peristiwa tersebut.
Peristiwa yang dipicu oleh perselisihan keluarga ini terjadi di Desa Jorok, Kecamatan Utan, pada Selasa malam (28/04/2026).
“Kami sudah turun ke lokasi menangkap pelaku untuk meredam emosi massa dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur,” kata Awal.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, perselisihan antara anak dan ayah itu bermula saat korban menegur pelaku agar mencari pekerjaan.
Teguran tersebut berujung ketegangan hingga korban sempat menampar terduga pelaku.
“Pada malam harinya korban sempat membawa GS berobat ke Puskesmas karena mengeluh sakit dada, namun terduga pelaku rupanya masih memendam dendam mendalam," jelas Awal.
Puncaknya, terjadi pada Selasa malam.
Cekcok kembali pecah di kediaman mereka.
Pelaku yang tersulut emosi langsung mengambil pisau dapur dan menganiaya ayahnya.
Paman pelaku, M, yang berusaha melerai tak luput dari serangan hingga menderita luka di bagian lengan dan paha.
Kedua korban dilarikan ke Puskesmas Utan, namun nyawa S tidak tertolong akibat luka fatal di dada.
Mengetahui kejadian tersebut, keluarga korban dan warga sekitar sempat tersulut emosi dan mencoba menghakimi terduga pelaku.
Petugas juga telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan pelaku.
Masyarakat diminta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian.
Saat ini, situasi di Desa Jorok terpantau aman dan dalam pengawasan ketat pihak berwajib.
Sumber: Kompas.com
| Bela Ibu yang Selalu Disiksa, Remaja di Karawang Nekat Tusuk Ayah Kandung |
|
|---|
| Bekerja Jadi Petugas Kebersihan, Upah Pekerja NTT yang Disekap di Panti Jompo Bogor di Bawah Minimum |
|
|---|
| Motif Pembunuhan Brigadir Esco, Terungkap Chat Terakhir dengan Briptu Rizka, Istrinya Sampai Kesal |
|
|---|
| Ayah Yakin Briptu Rizka Pengecut Tak Bunuh Brigadir Esco : Jangan Sampai Pelakunya Ketawa di Luar |
|
|---|
| Curhat Anak Brigadir Esco, Ingin Susul Ayah ke Surga, Tidak Khawatirkan Briptu Rizka Dipenjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Ilustrasi-garis-polisi-pembunuhan-kriminal.jpg)