Ragukan Tahun Kelulusan Jokowi di SMAN 6 Surakarta, Pemilik Akun Ini Rela Mati, Gibran Bereaksi

Seorang netizen siap mati jika benar Jokowi siswa SMA 6 Surakarta tahun 1977 hingga tahun 1982.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Soewidia Henaldi
Youtube Netmediatama
Jokowi di acara '30 Menit Bersama Jokowi' 

SMA Negeri 6 Surakarta sendiri berdiri pada tahun 1976.

 Respon Anak Jokowi Saat Foto Masa Lalu Keluarga Disebar - Posenya Jadi Sorotan, Gibran : Kurang Gizi

Saat itu, nama SMA Negeri 6 Surakarta adalah Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) Nomor 40 Surakarta.

Namun di masa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dijabat Daoed Joesoef, kebijakan dan kurikulum diubah, nama SMPP diubah menjadi SMA.

Karikatur Jokowi memeluk Tugu Monas terpasang di dinding ruang tamu SMAN 6 Solo. Jl Mr. Sartono 30, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Jumat (1/4/2016).TribunSolo.com/Chrysnhha Pradipha
Karikatur Jokowi memeluk Tugu Monas terpasang di dinding ruang tamu SMAN 6 Solo. Jl Mr. Sartono 30, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Jumat (1/4/2016).TribunSolo.com/Chrysnhha Pradipha ()

Awalnya, masih satu dengan SMA Negeri 5, yang letaknya memang berdekatan.

Saat Joko remaja masuk SMA 6 tahun 1978, baru saja berubah status.

"Jokowi adalah angkatan pertama dan lulusan pertama tahun 1980," ujar Slamet Suripto guru fisika yang selama tiga tahun mengajari Jokowi.

Jokowi Disoraki

Calon Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto memaparkan visi misi-nya dalam Pidato Kebangsaan yang dilakuka di hadapan ribuan pendukungnya, Senin (15/1/2018).

Pidato Kebangsaan yang dilakukan di Jakarta Convention Center (JCC) juga dihadiri oleh para tokoh politik dari partai pendukung.

Tanggapi Video Emak-Emak Jogja Nyanyikan Lagu Prabowo, Putra Jokowi Heran hingga Pertanyakan Hal Ini

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memaparkan visi misi sebagai capres dan cawapres, sekaligus meminta mandat dari rakyat Indonesia agar mendukungnya saat Pilpres 2019.

Lucinta Luna Ungkap Kedekatan dengan Fatih Seferagic, Sang Hafiz Beri Pengakuan : Dia Seorang Pria

Dalan Pidato Kebangsaan-nya, Prabowo Subianto ingin Indonesia menjadi negara yang kekal, kuat, aman, adil dan rakyatnya makmur.

"Untuk melaksanakan pekerjaan kita yang besar ini, kami bertekad akan menyusun barisan putra putri terbaik Bangsa Indonesia. Kami tak akan memandang latar politik, etnis, warna baju politiknya. Kalau InsyaAllah kami mendapat mandat, kami akan mengajak untuk berabung dalam barisan ini, dalam pemerintahan ini dari semua kalangan bahkan kalua perlu dari parta-partai sekarang yang mungkin bersebrangan dengan kita," ucapnya dalam tayanan ulang Pidto Kebangsaan Indonesia Menang yang diunggah channel YouTube TV One.

Amien Rais Sebut Prabowo Subianto Akan Seperti Abraham Lincoln

Prabowo Subianto menjelaskan, ia ingin mengajak orang-orang dari kubu petahana untuk bergabung dan bekerja sama untuk Indonesia.

"Saya yakin dalam barisan PDIP banyak patriot-patriot yang hebat, di dalam barisan Golkar banyak patriot yang baik, dalam partai-partai yang lain juga begitu banyak orang baik. Kita ajak mereka semua bekerja untuk rakyat," ucapnya.

Prabowo Subianto juga meminta kepada para pendukungnya untuk tidak mengejek dan menghardik lawan politik.

Capres Prabowo Subianto didampingi cawapres Sandiaga Uno saat menyampaikan pidato kebangsaan di Plennary Hall, JCC, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).
Capres Prabowo Subianto didampingi cawapres Sandiaga Uno saat menyampaikan pidato kebangsaan di Plennary Hall, JCC, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019). (Tribunnews.com/ Rizal Bomantama)
Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved