Lion Air JT610 Jatuh

Hotman Paris Peringatkan Keluarga Korban Lion Air yang Dapat Sogokan dari Pengacara Rusia

Penyogokan itu dilakukan oleh oknum pengacara yang berasal dari Rusia, yang bertujuan untuk menyabotase klien pengacara dari Amerika.

Editor: Ardhi Sanjaya
kolase Instagram @hotmanparisofficial/TribunBali
Hotman Paris dan kecelakaan pesawat Lion Air JT610 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pengacara  Hotman Paris Hutapea kembali buka suara terkait peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610.

Dilansir TribunWow.com, dari akun Instagram miliknya @hotmanparisofficial, ia mengungkapkan telah terjadi penyogokan kepada keluarga korban atas kasus jatuhnya pesawat tersebut, Selasa (22/1/2019).

Penyogokan itu dilakukan oleh oknum pengacara yang berasal dari  Rusia, yang bertujuan untuk menyabotase klien pengacara dari  Amerika

 

Hotman mengungkapkan cara yang dilakukan oleh pengacara  Rusia tersebut adalah dengan membayar keluarga korban sebesar Rp 7 juta dan menjanjikan hal yang belum pasti.

Mereka meminta keluarga korban untuk mengganti pengacara  Amerika dan berpindah ke pengacara asal  Rusia dalam menangani kasus jatuhnya pesawat Lion Air.

"Kejadian memalukan oleh oknum pengacara dari  Rusia," ucap Hotman.

"Telah terjadi pembayaran uang kepada klien agar mau pindah pengacara."

"Jadi pengaca asing dari  Rusia memberikan uang kepada korban agar mau memecat pengacara dari  Amerika untuk menggugat Boeing di  Amerika."

"Ini sudah kejadian yang sangat memalukan," imbuhnya.

Kembali lagi Hotman menegaskan dalam kasus itu ada dugaan pembayaran uang dari pengacara  Rusia untuk membayar korban agar mau mengganti kuasa hukumnya.

"Dijanjikan Rp 7 juta per bulan dan dia memakai orang-orang Indonesia sebagai agennya ya," ucap Hotman.

"Jadi ini sudah terjadi dugaan pembayaran uang, pengacara saling menyabot klien."

"Terutama pengacara dari  Rusia membayar orang-orang Indonesia keluarga korban pesawat lion agar mau pindah pengacara."

"Ini kejadian yang sangat memalukan, sangat memalukan dan bisa jadi berbahaya," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved