Selamatkan Keragaman Hayati, Kebun Raya LIPI Terus Lakukan Ekplorasi dan Penelitian

Langkah itu dilakukan untuk menjadikan Kebun Raya terbaik didunia dalam bidang konservasi dan penelitian tumbuhan tropika

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Plt Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R.Hendrian peneliti Rafflesia, Sofi Mursidawati,Peneliti Begonia, Hartutiningsih, saat Kegiatan pres tour, Keragaman Hayati, Konservasi dan Penelitian di Gedung Konservasi Kebun Raya. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menaungi Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Bali, dan Kebun Raya Cibinong terus melakukan ekplorasi, konservasi dan penelitian untuj menyelamatkan keragaman hayati.

Langkah itu dilakukan untuk menjadikan Kebun Raya terbaik didunia dalam bidang konservasi dan penelitian tumbuhan tropika dan pendidikan lingkungan dan pariwisata yang menjadi visi keberadaan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan.

Plt Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R.Hendrian mengatakan bahwa tujuan konservasi dan penelitian juga untuk kemaslahatan banyak orang dan Indonesia.

"Eksplorasi harus terus berjalan ini berkejaran dengan waktu, disatu sisi kita perlu menginventarisir berapa besar kekayaan kita, disisi lain terjadi ancaman-ancaman kelangkaan dan sebagainya, saya sangat setuju bahwa penelitian tidak hanya berhenti kepada penelitian, penelitian harus disampaikan kepada publik, Insya Allah pada tahapan tertentu pemanfaatannya juga akan dirasakan karena untuk kemaslahatan orang banyak dalam hal ini Indonesia jadi bukan untuk kepentingan si peneliti itu ini untuk indonesia untuk masyarakat banyak," katanya

Hendri menambahkan bahwa fungsi konservasi dan penelitian menjadi upaya menyelamatkan kekayaan kenakeragaman hayati Indonesia.

Satu diantaranya melalui penelitian konservasi ex-situ Rafflesia patma dan Begonia.

"Keberadaan kebun dikenal oleh komunitas global sebagai pelaksana fungsi konservasi tumbuhan secara ex-situ (di luar habitat aslinya) serta penelitian, begitu juga dengan Kebun Raya Bogor yang masih

menjadi kiblat dunia untuk penelitian tumbuhan tropika, kegiatan penelitian masih terselenggara baik di Kebun Raya Bogor serta kebun raya lainnya yang dikelola LIPI, contohnya, penelitian tentang Rafflesia dan Begonia,” ujar usai pres tour di Kebun Raya Bogor, Senin (25/2/2019).

Hendrian melanjutkan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Sementara itu peneliti Rafflesia, Sofi Mursidawati, menjelaskan dari sekitar 30 jenis Rafflesia yang ada di dunia, ada 13 jenis Rafflesia yang sudah dikenal sebagai spesies asli Indonesia.

“Pusat habitat Rafflesia berada di Sumatera masing-

masing dengan titik sebaran yang sangat sempit dengan jumlah populasi yang tidak banyak,” ujarnya.

Menurutnya ancaman terhadap kepunahan spesies akibat aktifitas manusia sangat nyata karena Rafflesia bukan komoditas komersial sementara pengetahuan tentang kehidupan Rafflesia masih sangat terbatas.

“Kegiatan konservasi Rafflesia di Kebun Raya Bogor telah dilakukan sejak lama dan tidak pernah berhenti hingga kini,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved