PSK Beralih ke Sistem Online, Dinas Sosial Kota Bogor Kesulitan Menjaring

BY mengaku saat ini lebih banyak menawarkan diri melalui aplikasi online ataupun media sosial.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
Daily Star
Ilustrasi PSK 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Faktor ekonomi selalu menjadi alasan sang Wanita Tuna Susila (WTS) nekat dan mengorbankan dirinya menjadi Pekerja Seks Komersil (PSK).

Satu diantaranya adalah wanita berinisial BY (bukan nama sebenarnya) yang dulunya adalah seorang pemandu lagu.

Kebutuhan hidup dan kemudahan mendapat uang membuatnya terjerumus ke dalam lembah kegelapan.

"Iya bagaimana lagi, sekarang aku sudah punya anak, tapi enggak ada bapaknya, aku harus bagaiaman sudah terlanjur kaya begini," katanya saat dihubungi TribunnewsBogor.com.

BY mengaku saat ini lebih banyak menawarkan diri melalui aplikasi online ataupun media sosial.

"Enggak fulgar, kalau di real sama yang kenal, yang pernah karaokean, kalau untuk nginep atau boan aku online," ujarnya.

Adanya perubahan pola gerakan 'kupu-kupu' malam itu pun diakui oleh Dinas Sosial Kota Bogor.

Kepala Dinas Sosial Kota Bogor menuturkan bahwa saat ini banyak WTS yang memasarkan diri dengan menggunakan aplikasi.

Hal itu diketahui dari hasil assesment dan wawancara kepada para WTS yang apes dan terjaring razia.

"Sekarang sudah sedikit dan jarang mereka mangkal atau menawarkan diri, kata dia itu sekarnag oakai komunikasi atau online dan sebagainya," katanya.

Pola tersebut pun membuat petugas gabubgan kesulitan untuk mengindentifikasi para kup-kupu malam.

Terlebih biasanya mereka membooking kamar hotel atau apartmen.

"Iya memang sulit, dari pengakuannya mereka sewa kamar paruh waktu dan sebagainya, di Kota Bogor sendiri baru ada dua hotel yang menerapkan harus bawa buku nikah belum lagi apartemen siapa yang bisa mengontrol kegiatan yang ada di dalam aparmen kan?, untuk itu perlu ada pola baru untuk menjaring dan membinanya,"ujarnya.

Rupanya tidak hanya WTS, namub waria pun ada yang menjajakan diri dengan sistem online.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved