Sederet Nama Orang yang Dihubungi Ratna Sarumpaet Saat Sebarkan Hoaks

Pada 28 September 2018 pukul 23.00 WIB, Ratna Sarumpaet juga menghubungi Presiden Konfederasi Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Editor: khairunnisa
ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet mengikuti sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). Sidang perdana tersebut beragendakan pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019) kemarin.

Agenda sidang adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang itu, Jaksa Rahimah dan Pajaman secara bergantian membacakan surat dakwaan yang berisi fakta-fakta yang ditemukan penyidik terkait kasus tersebut.

Surat dakwaan itu menyebutkan bahwa Ratna Sarumpaet menghubungi dan bertemu sejumlah orang untuk menceritakan kasus dirinya telah dianiya orang.

Ratna belakangan mengakui, penganiyaan itu sesungguhnya tidak pernah terjadi.

Rocky Gerung

Jaksa dalam dakwaan menyebutkan, Ratna Sarumpaet mengirimkan foto wajahnya yang lebam, yang katanya karena dianiya, kepada pengamat politik Rocky Gerung hingga lima kali melalui pesan aplikasi Whatsapp (WA).

Pada 25 September 2018, Ratna mengirimkan foto wajahnya yang lebam dengan dua pesan berbeda berisi, "21 September 2018 jam 18.50 WIB, area Bandara Bandung" dan "Not For Public".

Setelah itu masih ada tiga pesan lainnya. Pesan terakhir dikirim pada 29 September 2018.

"Dengan memberikan pesan, 'Mungkin aku tidak harus ngotot membantu memperbaiki bangsa yang sudah terlanjur rusak ini. It's painful'," kata Jaksa Pajaman saat membacakan salah pesan Ratna.

Hadiri Sidang Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan Tanpa Ditemani Sang Suami

Kompak dengan Syahrini, Reino Barack Pamer Suasana Tempat Akad Nikah, Adik Ipar Beri Respon Begini

Said Iqbal

Pada 28 September 2018 pukul 23.00 WIB, Ratna Sarumpaet juga menghubungi Presiden Konfederasi Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Ratna hubungi Said untuk memberi tahu kronologi dirinya dianiaya di kawasan sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

"Pada 28 September 2018, terdakwa meminta atau menyuruh saksi Saharudin untuk menelepon saksi Said Iqbal. Setelah terhubung, terdakwa sambil menangis menyampaikan kepada saksi Said Iqbal bahwa terdakwa dianiaya," kata Pajaman.

Dalam percakapannya, Ratna Sarumpaet meminta Said Iqbal untuk datang ke rumahnya.

Saat Said Iqbal tiba di rumahnya, Ratna kembali menceritakan berita bohong sembari menunjukkan bukti foto wajahnya yang bengkak dan lebam.

"Said Iqbal datang ke rumah terdakwa. Setelah bertemu dengan terdakwa, sambil menangis terdakwa mengatakan 'Kakak dianiaya' dan menceritakan kronologi yang dialami terdakwa," kata Pajaman.

Ratna Sarumpaet Rutin Konsumsi Obat Anti Depresan Selama Mendekam di Rutan

Fadli Zon

Sebelum menghubungi Said, Ratna juga sudah menghubungi Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Dalam pesan yang dikirimkan Ratna Sarumpaet kepada Fadli melalui WA, dia meminta Fadli bisa mempertemukan dirinya dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk menyampaikan cerita penganiayaan yang menimpanya.

"Terdakwa meminta kepada saksi Said Iqbal untuk dipertemukan dengan Saudara Prabowo Subianto. Sebelumnya, terdakwa juga sudah berbicara dengan Saudara Fadli Zon dan mendapat informasi bahwa sedang diatur waktunya untuk bertemu dengan Saudara Prabowo," kata Pajaman.

Isi 5 Pesan Ratna Sarumpaet ke Rocky Gerung

Nanik Sudaryati

Keinginan Ratna Sarumpaet bertemu Prabowo, guna menyampaikan cerita penganiayaan yang menimpanya, membuat Ratna datang ke Lapangan Polo Nusantara, Hambalang, Bogor pada 2 Oktober 2018.

Dia ingin bertemu Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik Sudaryati. Kepada Nanik, sambil menangis Ratna Sarumpaet menceritakan kronologi penganiayaan yang menimpanya.

"Terdakwa juga menceritakan kronologi penganiayaannya saat di Bandung yaitu setelah dirinya mengikuti acara lokakarya penulis naskah di Bandung. Ketika terdakwa bersama dua teman penulis dari Malaysia, dan Srilanka, menuju Bandara Husein Sastranegara dengan menggunakan taksi. Di area parkir bandara, terdakwa dipukuli oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal," ujar Pajaman.

Kaesang Bertanya Apakah Kakeknya Bernama Oey Hong Liong, Jawaban Gibran Rakabuming Jadi Sorotan

Prabowo Subianto

Di hari yang sama, seusai bertemu Nanik, pada pukul 15.00 WIB, Ratna Sarumpaet bertemu dengan Prabowo Subianto.

Pertemuan itu dihadiri Fadli Zon, Said Iqbal, Sugiono, Nanik Sudaryati, dan Amien Rais.

Ratna hanya diam dan Nanik yang menceritakan kronologi penganiayaan yang dialami Ratna berdasarkan cerita Ratna Sarumpaet.

"Saksi Nanik Sudaryati menceritakan kembali kronologi penganiayaan yang dialami terdakwa kepada Saudara Prabowo Subianto. Atas cerita saksi Nanik Sudaryati tersebut, terdakwa diam tidak memberi tanggapan," kata Jaksa Rahimah.
Usai pertemuan itu, pada 2 Oktober 2018 pukul 20.00 WIB diadakan konferensi pers di kantor Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Dalam konferensi pers tersebut disampaikan oleh Saudara Prabowo Subianto di antaranya meminta pemerintah mengusut tuntas penganiayaan yang dialami oleh terdakwa Ratna Sarumpaet," kata Rahimah.

Atiqah Hasiholan Naik Mobil Tahanan Bareng Ratna Sarumpaet : Ada Kesempatan Kenapa gak Dipake

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Sejumlah Orang yang Dihubungi Ratna Sarumpaet Saat Sebarkan Hoaks",
Penulis : Dean Pahrevi
Editor : Egidius Patnistik

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved