Seperti Topi, Bentuk Awan Di Atas Puncak Gunung Lawu Viral di Media Sosial
Penampakan awan yang bentuknya unik di atas Gunung Lawu, Jawa Timur membuat masyarakat kaget.
Penulis: yudhi Maulana | Editor: Soewidia Henaldi
"Tidak usah dikaitkan dengan mistis, tanda akan akan ada musibah, politik, atau jodoh seret," imbuhnya.
Sementara itu, kondisi itu sangat berbahaya bagi pendakian.
• Link Live Streaming All England 2019 Semifinal Hari Ini, 3 Wakil Indonesia Berebut Tiket ke Final !
Para pendaki rentan terkena hyphotermia karena cuaca sangat dingin.
Gunung Merapi
Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran awan panas pada Kamis (07/03/2019). Jarak luncur awan panas itu sekitar 1.200 meter mengarah ke Tenggara.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sunarta, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya awan panas guguran pada Kamis pukul 07.44 WIB.
"Iya benar (terjadi guguran awan panas)," ujar Sunarta, saat dihubungi pada Kamis pagi.
Dari data BPPTKG Yogyakarta, guguran awan panas pada pukul 07.44 WIB teramati dari CCTV di Puncak Gunung Merapi.
Jarak luncur awan panas guguran mencapai 1.200 meter dengan durasi 121 Detik. Awan panas guguran mengarah ke Tenggara.
BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan status Gunung Merapi pada level II (Waspada).
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.
Rekomendasi BPPTKG Yogyakarta, kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
Radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.(*)