Polemik Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet dan Said Iqbal Berpelukan Usai Sidang Kasus Hoaks

Kemudian, Ratna Sarumpaet dan Said Iqbal kembali ke tempat duduknya masing-masing. Hakim Ketua, Joni kemudian bertanya kepada Said Iqbal.

Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.COM/PAVEL
Said Iqbal dan Ratna Sarumpaet berpelukan di akhir persidangan, Selasa (9/4/2019) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet memeluk Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Adapun Said Iqbal hadir di persidangan sebagai saksi.

Ratna Sarumpaet yang mengenakan pakaian dan jilbab berwarna hijau itu menyalami dan memeluk Said Iqbal yang memakai baju batik berwarna cokelat keemasan.

Hal itu terjadi ketika pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menunjukkan barang bukti di depan hakim bersama pihak kuasa hukum Ratna Sarumpaet.

Kemudian, Ratna Sarumpaet dan Said Iqbal kembali ke tempat duduknya masing-masing. Hakim Ketua, Joni kemudian bertanya kepada Said Iqbal.

"Apakah ada yang mau ditambahkan keteragannya?" tanya Joni.

"Tidak ada yang mulia," jawab Said Iqbal.

Hakim pun lalu bertanya kepada Ratna Sarumpaet.

"Apakah saudara terdakwa mau membantah semua keterangan saksi?" tanya Joni kepada Ratna Sarumpaet.

"Tidak ada yang mulia," kata Ratna Sarumpaet.

Dalam persidangan, Said Iqbal mengaku diminta Ratna untuk dipertemukan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Pertemuan itu pun terjadi di lapangan Polo, Bogor (2/10/2018).

Niatan Ratna Sarumpaet bertemu Prabowo untuk menceritakan kronologi penganiayaan yang dialaminya.

Selain itu, Ratna Sarumpaet juga menelepon Said sambil menangis dan mengaku dianiaya.

Belakangan, Ratna Sarumpaet mengakui jika dirinya berbohong telah menjadi korban penganiayaan.

Pengakuan tersebut sekaligus menyatakan jika Ratna Sarumpaet telah berbohong dengan Said, Prabowo, hingga Amin Rais.

Atas perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratna Sarumpaet Peluk Said Iqbal Usai Sidang Kasus Hoaks"
Penulis : Walda Marison
Editor : Dian Maharani

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved