Breaking News:

Andi Arief Kenang Momen SBY dan Soeharto Saat Bisa Masuk ke Dalam Kabah: Jangan Ditarik ke Pemilu !

Cuitan berupa momen SBY dan Soeharto yang ditulis Andi Arief itu pun bertepatan dengan banyaknya unggahan Warganet mengenai momen ketika Jokowi

Penulis: khairunnisa
Editor: Vivi Febrianti
kolase Twitter
Andi Arief Kenang Momen SBY dan Soeharto yang Bisa Masuk ke Dalam Kabah: Jangan Ditarik ke Pemilu ! 

Menurutnya, khalayak harus memisahkan antara ibadah dengan politik.

"Ibadah dan politik harus dipisahkan," tulis Andi Arief.

Foto Presiden Joko Widodo Umroh :Kaesang Ikut Bertemu Raja Salman - Video Jokowi Dikawal Masuk Kabah

Sukses di MotoGP Amerika Peringkat Valentino Rossi Naik, Marc Marquez Terjun Bebas

Tak Sembarangan Orang Bisa Masuk ke Dalam Kabah

Kabah menjadi ‘titik temu’ seluruh umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Mereka berbondong-bondong datang ke Mekkah untuk menunaikan rukun Islam kelima, haji. Di samping ibadah umrah.

Kabah juga memiliki pintu, kunci dan gembok, talang, dinding, dan lainnya.

Setiap saat Kabah ditutup dan dikunci. Tidak sembarang orang bisa masuk Kabah.

Karena hanya orang-orang tertentu saja lah -yang diizinkan Raja Arab Saudi sebagai Pelayan Mekkah-Madinah- yang diperbolehkan masuk ke Kabah.Dari situ muncul pertanyaan, siapa yang ditugaskan untuk membawa dan menyimpan kunci pintu Kabah?

Dilansir al-arabiya, selama lebih dari 16 abad -bahkan sebelum Islam datang, anak cucu Qusai bin Kilab bin Murah merupakan orang yang ditugaskan untuk merawat Kabah, termasuk yang menyimpan kuncinya.

Memang, pada saat itu Qusai menduduki jabatan al-Sadanah, yaitu pihak yang bertanggung jawab atas pakaian dan kunci Kabah.

Qusai menyerahkan kunci Kabah kepada anak pertamanya, Abdu al-Dar.

Lalu, Abdul al-Dar menyerahkan kunci Kabah kepada anak pertamanya.

Dan begitu pun cucu-cucunya, selalu menyerahkan kunci Kabah kepada anak pertamanya.

Pada zaman Rasulullah SAW, yang bertugas merawat Kabah dan memegang kuncinya adalah Utsman bin Talhah.

Pada saat peristiwa Penaklukkan Mekkah (Fathu Makkah), kunci Kabah diambil paksa Ali bin Abi Thalib dari tangan Utsman bin Talhah untuk membuka Kabah.

Segera pada saat itu, Abbas bin Abdul Muthalib meminta kepada Rasulullah SAW agar kunci Kabah dijaga keluarganya.

Namun, Rasulullah SAW tidak mengabulkannya. Bahkan, Rasulullah SAW mengembalikan kunci itu kepada Utsman bin Talhah.

Ini dilakukan Rasulullah SAW setelah menerima wahyu Surat an-Nisa ayat 58.

Lalu, Utsman bin Talhah mewariskan kunci Kabah itu kepada saudaranya, Syaibah.

Hingga hari ini, kunci Kabah dipegang oleh anak cucu keturunan dari Bani Syaibah.

Annisa Pohan Janji Bagikan Jaket & Kaos yang Dipakai AHY, Gibran Rakabuming Bereaksi : Mau !

Ustaz Abdul Somad 3 Kali Tolak Hadiah Mobil, Hasil Patungan Jamaah Sampai Pemberian Petinggi Polisi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved