Cerita Peternak Global Qurban ACT Yang Bisa Biayai Sekolah Anak Hingga Sarjana : Saya Berasa Mimpi

Namun ketika bergabung kedalam Global Qurban Aksi Cepat Tanggap Ia baru berani menyampaikan keinginannya tersebut kepada anaknya.

Cerita Peternak Global Qurban ACT Yang Bisa Biayai Sekolah Anak Hingga Sarjana : Saya Berasa Mimpi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Seorang peternak kambing Global Qurban - Aksi Cepat Tanggap (Act) Trimo (50) bisa menyekolahkan anaknya hingga menjadi sarjana 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SAMBONG - Seorang peternak kambing Global Qurban - Aksi Cepat Tanggap ( ACT) Trimo (50) mengaku merasa mimpi ketika bisa menyekolahkan anak pertamanya hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Trimo menceritakan Ia yang hanya seorang petani jagung pada tahun 2014 mendapat kesempatan untuk membiayai anak pertamanya Sri Wahyuni untuk mengikuti pendidikan di Universiras Negeri Semarang.

Ketika itu Trimo yang merupakan warga Kampung Waru Desa Sambong Rejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, menawarkan anaknya untuk bisa kuliah.

"Iya saya tanya, Ndo kemampuan kamu bagus, mau enggak kuliah, Insya Allah kita coba, Isnya Allah bisa, saya bilang gitu anak saya senang dan saya pun seperti mimpi tapi saya niatkan dengan baik dan saya beranikan diri," katanya saat ditenui di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019).

Timo menjelaskan bahwa keinginannya untuk menyekolahkan anaknya itu sudah ada sejak lama.

Namun ketika bergabung kedalam Global Qurban Aksi Cepat Tanggap Ia baru berani menyampaikan keinginannya tersebut kepada anaknya.

Kondisi itu dikarenakan Trimo sudah memiliki penghasilan tambahan ketika menjadi peternak Global Qurban - ACT pada tahun 2014.

"Kalau penghasilan dari tani jagung untuk makan dan sehari hari sama biaya anak, pas masuk Global Qurban bergabung dengan Act ini Alhamdulillah dapat penghasilan tambahan, alhamdulillah anak saya bisa lulus S1," ucapnya.

Suami dari Tuti Rahayu ini pun sangat bahagia ketika bisa menghadiri wiauda anaknya itu.

"Iya banyak yang orangtuannya pejabat, pegawai negeri dan lain, cuma saya yang petani dan cuma anak saya yang anak petani tapi alhamdulillah bisa lulus menjadi Sarjana Pendidikan," katanya.

Saat ini anak pertama pasangan Trimo dan Tuti Rahayu pun sudah menjadi tenaga pengajar di SMPN 1 Sambong.

Meski audah berhasil mengantarkan anak pertamanya menjadi seorang sarjana, Trimo pun berharap anak keduanya juga bisa ikut menamatkan keliah hingga ke jenjang universitas.

"Saya berharap Global Qurban terus berlanjut dan terus berkembang dan maju, biar saya dan kami peternak bisa menyekolahkan anak lebih tinggi dan kami bisa lebih sejahtera," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved