Waspadai Gas Beracun di Kawah Gunung Tangkuban Parahu

Secara visual teramati di dua kawah ini masih mengembuskan asap putih dengan ketinggian 30 meter.

Editor: Ardhi Sanjaya
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/1/2012). Gunung yang tumbuh dalam Kaldera Sunda 90.000 tahun lalu memiliki tiga kawah, yakni Panguyangan Badak yang berumur 90.000-40.000 tahun lalu, Kawah Upas yang berumur 40.000-10.000 tahun lalu, dan Kawah Ratu, 10.000 tahun lalu sampai sekarang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat mewaspadai gas beracun yang dikeluarkan Kawah Ratu dan Kawah Upas, yang merupakan kawah utama Gunung Tangkuban Parahu.

“Ancamannya adalah gas vulkanik yang berbahaya, semburan lumpur dan abu tebal,” ujar Kepala PVMBG, Kasbani, saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu PVMBG, Senin (29/7/2019).

Kasbani mengatakan, pihaknya telah mengukur lima titik di Kawah Ratu dan Upas.

Secara visual teramati di dua kawah ini masih mengembuskan asap putih dengan ketinggian 30 meter.

Meski ada ancaman bahaya gas beracun, Kasbani mengatakan rekomendasi PVMBG masih tidak berubah yakni tidak boleh ada aktivitas kegiata manusia di jarak 100 meter dan bibir kawah dan 500 meter dari pusat kawah.

“Area parkir masih cukup riskan karena masih ada embusan asap. Makin masuk dalam kawah potensinya semakin besar. Di luar 100 meter gasnya sudah terurai,” ungkapnya.

“Gunung ini termonitor sangat bagus. Gas beracun masih ada di sekitar kawah, tapi kalau kemungkinan erupsi besar lagi tidak ada,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai Bahaya Gas Beracun di Kawah Gunung Tangkuban Parahu"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved