Perluasan Ganjil Genap Diprotes Pengusaha, Begini Respons Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah mendapat protes dari para pengusaha mengenai perluasan sistem ganjil genap

Perluasan Ganjil Genap Diprotes Pengusaha, Begini Respons Anies Baswedan
Kompas.com
Kemacetan lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2012). Sejumlah kalangan berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki transportasi massal sebelum menerapkan kebijakan ganjil-genap.(KOMPAS/WISNU WIDIANTORO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah mendapat protes dari para pengusaha mengenai perluasan sistem ganjil genap pelat kendaraan hingga 25 ruas jalan.

Kata Anies, keluhan seperti ini pernah diungkapkan pengusaha sejak 2018 lalu, atau ketika pemerintah baru menerapkan ganjil genap di sembilan ruas jalan.

“Tahun lalu juga gitu (protes). Saat ini kebijakannya adalah membatasi ganjil genap untuk kendaraan roda empat. Tujuannya untuk mengendalikan volume kendaraan bermotor di jalan,” kata Anies pada Sabtu (10/8/2019).

Hal itu disampaikan Anies setelah menjadi pembicara dalam Kongres Indonesian Diaspora Network (IDN) Global di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Menurut dia, volume kendaraan di DKI khususnya di jantung kota perlu dikendalikan.

Dengan demikian, kepadatan kendaraan di pusat kota DKI berkurang.

Karena itu, Anies mengimbau kepada masyarakat untuk beralih ke angkutan umum khususnya Transjakarta.

Hingga kini, jeda waktu kedatangan bus Transjakarta sudah semakin singkat.

Dengan demikian, para penumpang tidak perlu lama lagi menunggu kendaraan untuk menempuh perjalanannya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menambahkan berdasarkan kajiannya, penerapan sistem ganjil genap bisa mengurangi sekitar 40 persen penggunaan mobil pribadi.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved