Soroti Segi Hukum, Yunarto Wijaya Sebut Ahok Tak Bisa Jadi Menteri, Marzuki Alie Bereaksi
Menurut Yunarto Wijaya secara hukum Ahok tak bisa jadi menteri, tapi Marzuki Alie menyebut kalau hal itu bisa secara politik
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
Rupanya tanggapan Yunarto Wijaya itu dikomentari lagi oleh mantan Ketua DPR RI tahun 2009-2014 tersebut.
• Dituding Andre Nikmati Fasilitas saat Jadi Tangan Kanan Ahok, Rian Ernest Kesal : Fitnah Macam Apa
• Setelah Cerita tentang Prabowo dan Ahok di Kongres, Megawati : Enak Toh Jadi Pemenang, Semua Merapat
Melalui akun Twitter-nya @marzukialie_MA, ia menyebut kalau Ahok masih bisa jadi menteri.
Sebab secara politik menurut dia, suami dari Puput Nastiti Devi itu masih bisa jadi menteri.
"By politic bisa," tulisnya.
Aplikasi Ciptaan Ahok
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menciptakan aplikasi bernama Jangkau.
Aplikasi ini ditujukan untuk mempertemukan masyarakat yang ingin memberi bantuan dan membutuhkan bantuan.
Sebelumnya, Ahok menyebutkan bahwa konsep aplikasi ini seperti e-commerce yang mempertemukan penjual dan pembeli.
• Tak Hanya Jokowi dan Prabowo Subianto, Ahok Juga Akan Hadiri Kongres V PDIP di Bali
• Jawab Soal Sindir-sindiran dengan Ahok di Medsos, Anies Baswedan Beri Pesan Ini untuk BTP
Bedanya, yang ditawarkan dalam aplikasi ini adalah bantuan yang dikhususkan untuk manula dan anak-anak, serta penyandang disabilitas.
Melalui akun Twitternya, @basuki_btp, Ahok menyebut aplikasi tersebut saat ini sudah bisa diunduh di Google Play Store untuk OS Android.
"Sekarang aplikasi @IdJangkau sudah bisa di-download di Google Playstore," twit Ahok melalui Twitternya, Selasa (6/8/2019).
Sebelumnya, Ahok menceritakan bahwa dirinya ingin mengabdi untuk bangsa dengan menciptakan aplikasi yang melibatkan anak muda.
"Nah, kenapa sih enggak bikin aplikasi orang yang pengin nyumbang sama orang yang terima sumbangan ketemu. Nah, kami pikir sih aplikasi Jangkau," kata Ahok.
Dengan aplikasi ini, kata Ahok, siapa pun yang memiliki barang atau apa pun untuk disumbangkan dapat bertemu langsung dengan warga yang membutuhkan.
Ahok pun mendorong politisi untuk menjadi pemerhati yang melakukan verifikasi pihak yang membutuhkan bantuan maupun memberikan bantuan.