Mahalnya Biaya Produksi Animasi 3D, Panitia Diklat 3D Animasi Beli Software Capai Rp 3,2 Miliar

pada praktiknya produksi animasi 3D rupanya membutuhkan modal yang tinggi karena membutuhkan komputer dengan performa tinggi.

Mahalnya Biaya Produksi Animasi 3D, Panitia Diklat 3D Animasi Beli Software Capai Rp 3,2 Miliar
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Sebanyak 22 anak muda Bogor menjalani pendidikan dan pelatihan animasi 3D di Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek (PPII) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor dari 19 Agustus - 12 September 2019 demi peningkatan Sumber Daya Manusia dalam bidang animator. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Produksi animasi tiga dimensi (3D) di Indonesia kini sudah mulai berkembang.

Namun, pada praktiknya produksi animasi 3D rupanya membutuhkan modal yang tinggi karena membutuhkan komputer dengan performa tinggi.

Panitia Diklat 3D Animasi dari Balai Diklat Indonesia (BDI) Denpasar, Paryono menjelaskan bahwa harga satu unit komputer yang diperlukan untuk animasi 3D juga bernilai cukup tinggi.

"Komputernya aja minimal Rp 30 juta satu unit, untuk rendering, softwarenya juga harus original," kata Paryono kepada TribunnewsBogor.com di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (19/8/2019).

Dia menjelaskan bahwa pihaknya juga harus mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk membeli software demi keperluan diklat animasi 3D di Denpasar.

"Kemarin saya baru beli software itu Rp 2,3 miliar untuk 200 software," ungkap Paryono.

Pelaku Industri Animasi 3D, Project Manager Imaji Studio, Adhiguna Bhrahmanta menambahkan bahwa produksi animasi 3D memang tidak bisa menggunakan komputer yang murah.

"Kalau misalkan kita pakai i7 dengan RAM 16 gb dan VGA 4 gb itu aja itu sudah spek paling minimal. Sedangkan untuk me-render kan harus kenceng, yang dimiliki LIPI aja satu unit komputer Rp 500 juta," kata Adhiguna.

Sedangkan untuk software, animator atau perusahaan rata-rata menggunakan software berbayar.

Pihak perusahaan animasi juga tidak bisa menggunakan software bajakan karena bisa berujung ke permasalahan hukum dan uang hasil produksi animasi bisa diambil oleh pengembang software yang dirugikan.

"Kalau (harga) software ada yang Rp 25 juta, ada yang Rp 15 juta, itu untuk 1 tahun, untuk 1 komputer," kata Adhiguna.

Meski begitu, masih ada software animasi 3D yang gratis dan laik digunakan karena bersifat open source yakni software yang bernama Blender 3D.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved