Wiranto Sebut OPM dan Kelompok Benny Wenda Sebagai Aktor Di Balik Kerusuhan Wamena

Lebih lanjut Wiranto mengatakan OPM dan kelompok Benny Wenda ini ingin menunjukkan eksistensinya di tengah sidang KTT HAM

Wiranto Sebut OPM dan Kelompok Benny Wenda Sebagai Aktor Di Balik Kerusuhan Wamena
Fabian Januarius Kuwado
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menko Polhukam Wiranto menyebut kerusuhan di Wamena dan Jayapura digerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang mau bergabung dengan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang dipimpin Benny Wenda.

Wiranto menegaskan OPM saat ini masih eksis meski jumlahnya sudah sangat sedikit.

 

“Dari hasil kajian mengungkapkan bahwa kerusuhan itu dimotori oleh dua hal, yaitu OPM yang sudah ada sejak dulu dan belum habis meskipun jumlahnya sangat sedikit yang ingin bergabung dengan kelompok Benny Wenda yang eksis di luar negeri,” ungkap Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

 

 

 

Lebih lanjut Wiranto mengatakan OPM dan kelompok Benny Wenda ini ingin menunjukkan eksistensinya di tengah sidang KTT HAM di Swiss dan agenda sidang umum PBB di New York.

Wiranto menegaskan agenda OPM dan kelompok Benny Wenda itu bisa dikatakan gagal.

“Syukur alhamdulillah agenda mereka itu bisa dikatakan gagal karena tak ada negara yang memberi perhatian khusus pada mereka baik di KTT HAM maupun Sidang Umum PBB. Tak ada yang mendengarkan aspirasi dari OPM maupun Benny Wenda yang jelas-jelas bertentangan dengan Resolusi PBB 2524,” tegas Wiranto.

Bujuk pendatang

Menko Polhukam Wiranto mengatakan pemerintah pusat maupun daerah dibantu tokoh masyarakat setempat berusaha membujuk pendatang untuk tidak meninggalkan Wamena.

Wiranto menyebut para pendatang yang trauma akibat kerusuhan di Wamena pekan lalu berusaha mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti Jayapura.

Ia menjelaskan para pendatang di Wamena tersebut sebelumnya justru menjadi penggerak ekonomi di sana.

Halaman
1234
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved