Breaking News:

Demo RKUHP

Minta Provokator Kerusuhan Ditangkap, Iwan Fals: Jangan Cuma Ngomong Ditunggangi, Malah Bikin Keruh

Menurut Iwan Fals, jika pemerintah sudah tahu aksi Mahasiswa ditunggangi maka sebainya pelaku ditangkap, agar tidak membuat susana makin keruh.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Artis musik Iwan Wals diabadikan di kawasan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2015). 

Minta Provokator Kerusuhan Ditangkap, Iwan Fals: Jangan Cuma Ngomong Ditunggangi, Malah Bikin Keruh

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Musisi Iwan Fals meminta agar provokator atau orang yang menunggangi demo mahasiswa agar segera ditangkap.

Hal itu kata dia, agar tidak menimbulkan prasangka baru yang malah memperkeruh suasana.

Jangan sampai, kata Iwan Fals, hanya bisa menuduh ada yang menunggangi tapi tidak disebutkan siapa orangnya.

Hal itu disampaikan oleh Iwan Fals di akun Twitter miliknya, @iwanfals Selasa (1/10/2019).

Sebelumnya, Iwan Fals mengucapkan selamat kepada anggota DPR, DPR dan MPR yang baru.

Ia mendoakan agar anggota dewan periode 2019-2024 bisa menjalankan tugas dengan amanah.

Tak hanya itu, Iwan Fals juga menyampaikan duka cita untuk kejadian yang menimpa Tanah Air belakangan ini.

Ia pun berdoa agar ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian tersebut.

"Selamat atas Pelantikan DPR-DPD-MPR 2019-2024 Semoga Bisa Menjalani Kewajibannya Dengan Baik & Selamat Hari Kesaktian Pancasila,

Serta Sangat Berduka Atas Kejadian Yg Menimpa Kita Akhir2 Ini & Mudah2an Ada Hikmah Yg Bisa Kita Petik Sebagai Bangsa Yg Beradab...," tulisnya.

Sukses Roasting Fadli Zon, Kiky Saputri Kini Skakmat Roy Suryo, Eks Menpora Ngakak Dengar Sindiran

Anaknya Diamankan Polisi Saat Demo, Nunung Cemas Tak Kuasa Tahan Tangis

Kemudian, Iwan Fals menulis lagi Tweet soal provokator yang disebutkan telah menunggangi aksi Mahasiswa sehingga membuat rusuh.

Ia mengatakan, jika pemerintah sudah mengetahui siapa provokator atau yang menunggangi aksi hingga terjadi kerusuhan, sebaiknya segera ditangkap.

Jangan sampai, pemerintah hanya bisa menuding aksi ditunggangi, tapi tidak menangkap pelakunya.

Hal itu menurutnya hanya akan menimbulkan prasangka baru yang makin memperkerung suasana.

oh ya mumpung inget, klo sudah tau siapa provokator atau yg menunggangi atau dalang kerusuhannya, ya tangkap sajalah, jangan cuma ngomong ditunggangi2, klo gak disebut namanya malah jadi timbul prasangka2 baru yg malah bikin keruh suasana

"oh ya mumpung inget, klo sudah tau siapa provokator atau yg menunggangi atau dalang kerusuhannya, ya tangkap sajalah, jangan cuma ngomong ditunggangi2,

klo gak disebut namanya malah jadi timbul prasangka2 baru yg malah bikin keruh suasana," tulisnya.

Ulasan Pengamat

Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa ramai dibicarakan.

Tak hanya di Jakarta, aksi para mahasiswa juga terjadi berbagai wilayah, seperti Jogja dengan gerakan yang disebut Gejayan Memanggil, Solo dengan Bengawan Melawan atau juga terjadi di Surabaya yang disebut dengan Surabaya Menggugat.

Di luar pulau Jawa pun aksi serupa juga terjadi.

5 Orang yang Diamankan saat Demo di Sekitar DPR Positif Narkoba

Mulan Jameela Ucap Sumpah dan Janji Anggota DPR RI, Kakak Ahmad Dhani Bereaksi Ini

Adapun, tuntutan para mahasiswa tersebut adalah terkait masalah revisi UU KPK, RKUHP dan sejumlah RUU lainnya.

Yang cukup menjadi perhatian, adalah demo dilakukan oleh mahasiswa yang kerap disebut dengan generasi Z.

Di mana generasi ini kerap diidentikkan dengan mereka yang cenderung apatis dan tentunya karena lahir di era internet, maka biasanya sangat aktif di media sosial.

Namun secara mengejutkan, ternyata mereka mampu tergerak menyuarakan masalah kebijakan negara.

Hal ini memunculkan banyak praduga terkait adanya kemungkinan aksi mereka ditunggangi.

Pengamat Media Sosial, Ismail Fahmi melalui siaran langsung di Program Sapa Indonesia yang disiarkan Kompas TV, Sabtu (22/9/2019) malam, menyampaikan, bahwa sekarang ini mudah untuk melihat apakah aksi ditunggangi atau tidak.

“Tak perlu khawatir tunggang menunggangi, karena begitu ada isu di lapangan (offline) mereka akan membawanya secara online baik dengan media online maupun media sosial,” ujarnya.

Image Buruk

Ia mengatakan, dari peta yang ia buat bisa terlihat apakah keramaian yang terjadi di media sosial merupakan keramaian dari mahasiswa ataukah berasal dari mereka yang menunggangi.

“Jadi saat ada tuduhan mahasiswa ditunggangi khilafah dan turunkan Jokowi, dari peta yang saya buat kelihatan sekali. Khilafah yang bicara lain, dan turunkan Jokowi juga lain. Bukan mahasiswa,” paparnya.

Dari data tersebut menurutnya jelas bahwa tindakan mahasiswa murni gerakan mereka.

Ogah Jadi Anggota DPR, Ruben Onsu: Saya Mau Jadi Menteri Tenaga Kerja

Ini Penyebab Laga Persija Jakarta vs Persela Lamongan Harus Ditunda

Data tersebut tak bisa dibohongi lantaran data didapatkan berdasarkan pengamatan terhadap kesukaan seseorang di media sosial.

“Karena orang bicara, berinteraksi di media sosial sesuai kesukaan dia, kesepakatan dia,” ucapnya.

Dari pengamatannya, mahasiswa tak akan turun dalam keramaian-keramaian media sosial yang gagasannya tidak ia sepakati.

Sehingga mereka tak akan bisa digerakkan ke arah tertentu.

Ismail juga menyampaikan melihat aktivitas publik di media sosial, respons orang-orang yang notabene berusia di atas mahasiswa, mayoritas cenderung bangga.

Mereka banyak yang terkejut mengingat image buruk tentang mahasiswa sekarang terpatahkan.

Pihaknya juga menilai ini juga bisa jadi harapan baru yang menunjukkan bahwa mereka masih peduli.

“Yang menarik isu RUU yang biasanya nyaris sepi di medsos, yang biasanya hanya dibicarakan orang LSM atau LBH karena urusan hukum banyak yang tak paham. Begitu mahasiswa turun orang-orang jadi belajar,” paparnya lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejak era pemilu, media sosial seolah terpecah menjadi dua.

Namun semenjak aksi mahasiswa muncul peta percakapan baru dari kelompok kalangan anak-anak muda, dan itu terus bertambah.

Hal tersebut menurutnya tak akan mengalami peningkatan, seandainya kemarin tak ada aksi mahasiswa yang turun ke lapangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved