Curhatan Terakhir Erna Sebelum Tewas Dibacok Ayah Mertuanya di Kamar: Bapak Sepertinya Kumat

Curhatan Terakhir Erna Sebelum Tewas Dibacok Ayah Mertuanya di Kamar: Bapak Sepertinya Kumat

Penulis: Damanhuri | Editor: Ardhi Sanjaya
surya.co.id/willy abraham
Kondisi kediaman Suwoto di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Senin (7/10/2019). 

Curhatan Terakhir Erna Sebelum Tewas Dibacok Ayah Mertuanya di Kamar: Bapak Sepertinya Kumat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nyawa Erna tak tertolong usai dibacok oleh ayah mertuanya sendiri yakni Suwoto (56).

Tak hanya Erna, ibu mertunya pun ikut terkena sabetan senjata tajam Suwanto.

Korban merupakan warga RT05/02 Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Erna dan Ibu mertuanya Kamsinga harus dilarikan ke rumah sakit setelah dibacok pakai sabit oleh pelaku.

Namun, nyawa Erna tak tertolong setelah sabit yang dibawa ayah mertuanya itu melukai lehernya.

Sementara itu, Kamsinga ibu mertua Erna yang juga istri dari pelaku hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Korban Erna (47) dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan tempat tinggalnya.

Sehari sebelum meninggal dunia, Erna sempat curhat kepada sahabatnya Astuti.

Rupanya, itu merupakan curhatan terkakhir Ernah kepada Astusi.

Astusi bekerja sebagai Sekretaris Desa Madumulyorejo ditempat tinggal korban menceritakan pertemuan terkahirnya dengan Ernah.

Astuti terlihat sedih lantaran tak menyangka sahabatntya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

"Malam sebelum kejadian, Erna bilang ke saya. Bapak sepertinya kumat, keluar masuk rumah. Mungkin obatnya habis. Besok mau saya rujuk," katanya sambil menirukan ucapan korban, Senin (7/10/2019) dikutip TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id

Kapolrses Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat menjenguk Kamsinga (54) di IGD RSUD Ibnu Sina, Senin (7/10/2019).
Kapolrses Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat menjenguk Kamsinga (54) di IGD RSUD Ibnu Sina, Senin (7/10/2019). (surya.co.id/istimewa)

Asturi yang ditemui di Balai Desa Madumulyorejo itu hanya menatap meja di balai desa dengan tatapan kosong.

Dia tak menyangka, ternyata itu adalah curhatan terakhir Erna.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved