Curhatan Terakhir Erna Sebelum Tewas Dibacok Ayah Mertuanya di Kamar: Bapak Sepertinya Kumat

Curhatan Terakhir Erna Sebelum Tewas Dibacok Ayah Mertuanya di Kamar: Bapak Sepertinya Kumat

Penulis: Damanhuri | Editor: Ardhi Sanjaya
surya.co.id/willy abraham
Kondisi kediaman Suwoto di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Senin (7/10/2019). 

Saat itu Suwoto terbangun dari tempat tidurnya.

Suwoto (56) dirawat di Puskesmas Mentaras, Dukun, Gresik seusai dilumpuhkan petugas di pahanya (foto kiri) dan rumah lokasi kejadian di Desa Madumulyorejo, RT 05/RW 02, Kecamatan Dukun, Gresik diberi garis polisi, Minggu (6/10/2019).
Suwoto (56) dirawat di Puskesmas Mentaras, Dukun, Gresik seusai dilumpuhkan petugas di pahanya (foto kiri) dan rumah lokasi kejadian di Desa Madumulyorejo, RT 05/RW 02, Kecamatan Dukun, Gresik diberi garis polisi, Minggu (6/10/2019). (istimewa)

Diduga, obat penenangnya habis, dia pun mengambil sebilah sabit lalu menyerang menantunya, Erna (47) yang saat itu sedang ganti baju di dalam kamar.

Korban langsung menjerit kesakitan lalu terkapar di lantai setelah terkena sabetan sabit pelaku di lehernya.

Suaminya, Syaiful Arif (35) yang saat sedang menunggu Erna ganti baju di depan rumah, langsung masuk ke kamar dan mendapati istrinya bersimbah darah sambil memegangi lehernya.

Spontan, Arif melarikan istrinya ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Erna yang mengalami luka parah terus mengerang kesakitan akibat sabetan sabit oleh mertuanya.

Mendengar menantunya kesakitan, Kamsinga (istri Suwoto) keluar rumah untuk melihat kondisi menantunya tersebut.

Namun, tanpa disangka dari belakang Suwoto keluar rumah sambil membawa sabit lalu membacok punggung istrinya.

Karuan peristiwa berdarah itu membuat tetangga korban keluar rumah mencoba menenangkan pelaku dan mengobati korban.

Pelaku Dilumpuhkan Polisi

Pelaku Suwoto rupanya mengamuk hingga nyaris melukai warga lainnya.

Bahkan, kedatangan petugas kepolisian membuat Suwoto makin beringas.

Dia mencoba melawan warga dengan sabit yang dibawanya.

"Dia berusaha mengejar warga sambil membawa sabit. Terpaksa kita lumpuhkan di paha kanan dan kiri," ujar Kanit Intel Polsek Dukun, Aiptu Darmanto saat di Puskesmas Mentaras, Minggu (6/10/2019).

Dalam peristiwa ini nyawa Erna tidak tertolong. Korban mengembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju Puskesmas Mentaras.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved