Ini Respons Adian Napitupulu Soal Pertemuan Jokowi Dengan Prabowo dan SBY
Adian Napitupulu menanggapi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Politisi PDIP sekaligus Adian Napitupulu menanggapi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Adian Napitupulu menilai pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto dan SBY adalah hal yang bagus.
"Ya tidak apa-apa. Bagus dong. Bertemu dengan Prabowo bagus, bertemu dengan SBY bagus. Keren dong. Saya tidak mau jadi penafsir pertemuan. Jadi biarkan saja, nanti juga kita tahu sendiri," kata Adian Napitupulu di Auditorium Lantai VIII Kampus Merah Putih Universitas Tujuh Belas Agustus 1945, Jakarta Utara pada Jumat, (11/10/2019).
Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan selfie atau swafoto dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
• Usai Bertemu Jokowi di Istana, Prabowo Nyatakan Dukungan Pemindahan Ibu Kota
• Prabowo Subianto : Hubungan Saya dengan Jokowi Mesra, Banyak yang Gak Suka
Peristiwa itu terjadi setelah keduanya melakukan pertemuan tertutup sekitar 45 menit sejak pukul 15.00 WIB di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jumat (11/10/2019).
Awalnya Jokowi memberikan keterangan pers terkait topik pembicaraan dengan Prabowo, mulai dari seputar perekonomian, pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, hingga rencana partai Gerindra merapat ke pemerintah.
Setelah Jokowi selesai, Prabowo pun menyampaikan dukungan kepada pemerintah untuk memajukan perekonomian Indonesia dan bahkan akan hadir di pelantikan Jokowi menjadi Presiden 2019-2024.
Usai keduanya menyampaikan keterangan pers, awak media Istana Kepresidenan meminta untuk foto bareng.
• Setelah Megawati, Pimpinan MPR Akan Temui Prabowo
"Pak foto bareng dong," ucap awak media.
Mendengar ucapan tersebut, Jokowi dan Prabowo yang sudah beranjak meninggalkan awak media, kembali lagi ke lokasi awak media.
Sontak, Jokowi pun mengambil salah satu telepon genggam salah satu awak media dan Prabowo pun merapat ke Jokowi dengan latar belakang awak media.
Usai swafoto, Jokowi mengantar Prabowo meninggalkan Istana Merdeka.
Bertemu SBY
Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut membicarakan rencana masuknya Demokrat ke dalam partai koalisi pemerintah.
Jokowi dan SBY bertemu kurang lebih satu jam, di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
"Kami bicara itu (gabungnya Demokrat) tapi belum sampai sebuah keputusan," ujar Jokowi.
Jokowi pun meminta wartawan untuk menanyakan langsung rencana bergabungnya Demokrat dengan partai koalisi pemerintah tersebut langsung kepada SBY.
• Pengamat Sebut Peluang Gerindra Dapat Kursi Menteri Kecil
• Setelah Megawati, Pimpinan MPR Akan Temui Prabowo
• Najwa Debat dengan Gerindra soal UU KPK, Yunarto Saran Prabowo Tunjuk Admin yang Tidak Baperan
Selain membicarakan soal rencana gabungnya Demokrat, kata Jokowi, pertemuan juga membicarakan soal situasi politik saat ini.
Namun, ketika ditanya soal kemungkinan menteri Kabinet Kerja Jilid ll akan diisi Agus Harimurti Yudhoyono atau kader Demokrat lain, Jokowi menyebut pembicaraan belum sampai pada pengusulan nama.
"Enggak sampai ke sana (mengusulkan nama), belum sampai ke sana," ucap Jokowi.
Pertemuan di Istana Merdeka
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Pantauan dilokasi, SBY yang mengenakan batik lengan panjang berwarna coklat diterima Jokowi di ruang Jepara dalam Istana Merdeka, sekitar pukul 14.00 WIB.
Jokowi yang memakai kemeja putih lengan panjang, tampak berbincang-bincang dengan SBY.
Baca: PAN Setuju Amandemen UUD 1945, Tapi Jangan Melebar Kemana-mana
Namun, isi pembicaraan tersebut tidak terdengar karena jarak media dengan mereka sekitar 10 meter.
Pertemuan ini berlangsung secara tertutup, awak media hanya diizinkan mengambil gambar sekitar 2 menit.
Sebelumnya, politikus Demokrat Andi Arief menyampaikan, pertemuan SBY dan Jokowi hanya bersifat biasa.
"Apa agendanya, kita belum tahu. Sepertinya pertemuan reguler biasa," ucap Andi.
Siap ajukan AHY
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan partainya siap menempatkan kader terbaiknya jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kader partai berlambang mercy ini masuk dalam kabinet.
Syarief mengatakan satu di antara kader terbaik Partai Demokrat adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Saya katakan Partai Demokrat sudah berpengalaman. Kader-kadernya sudah terbentuk dan tentu kalau diminta Partai Demokrat siap memberikan yang terbaik," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
"Mas AHY saya pikir salah satu yang paling menonjol saat ini sebagai representasi dari generasi milenial Indonesia yang merupakan kader yang dipersiapakan sebagai pemimpin ke depan. Tentu beliau siap," imbuhnya.
Selain itu, Syarief juga mengungkapkan Demokrat telah mengajukan konsep untuk pemerintahan lima tahun ke depan.
Konsep tersebut tersusun dalam 14 program Partai Demokrat yang difokuskan untuk program lima tahun mendatang.
Baca: AHY dan Ilham Habibie Diprediksi Masuk Kabinet Jokowi, Gerindra Siapkan Nama untuk Posisi Menteri
Syarief mengatakan, AHY lah yang memaparakan konsep tersebut langsung kepada Presiden Jokowi.
"Pertama, menyangkut masalah ekonomi. Daya beli rakyat. Kedua, tentang kemiskinan. Ketiga, tentang pengangguran, lapangan pekerjaan, kebijakan luar negeri. Di antaranya juga soal kebijakan energi. Jadi sekali lagi, di antara 14 program prioritas itu kalau sudah ada dalam program Pak Jokowi saya kira itu tinggal disinergikan saja," katanya.
"Pada saat Mas AHY menyampaikan program itu setahu saya sangat positif responsnya. Tentu beliau akan mensinergikan dengan program-program beliau, apakah ada yang sama, bersinggungan, atau ada yang belum akan dibicarakan di internal pemerintah," imbuhnya.