Ini Respon PA 212 Usai Prabowo dan Jokowi Melakukan Pertemuan

Penegasan ini juga sekaligus jawaban atas pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi Jumat (11/10/2019) lalu di Istana

Ini Respon PA 212 Usai Prabowo dan Jokowi Melakukan Pertemuan
Yanuar Nurcholis Majid/Tribunnews.com
Slamet Ma'arif saat berbicara mengenai persiapan kepulangan Habib Rizieq di Kantor DDII, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menegaskan, pihaknya tidak akan berekonsiliasi dengan pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

Penegasan ini juga sekaligus jawaban atas pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi Jumat (11/10/2019) lalu di Istana Presiden.

"Kami mujahid 212 tidak akan rekonsiliasi dengan ketidakadilan, tidak akan berekonsiliasi dengan kecurangan dan kezaliman," ucapnya, Minggu (13/10/2019).

Ia pun menyebut, pihaknya akan berpegang pada hasil Ujtima Ulama IV dan menjaga jarak selama kriminalisasi terhadap ulama tetap dilakukan oleh pemerintah.

"Hasil Itjima Ulama IV sama-sama kita tahu bahwa kita menolak kepemimpinan hasil kecurangan dan menjaga jarak. Itu hasilnya dan setiap produk hukum yang lahir dari ketidakadilan kita tidak terima," kata Slamet Maarif.

"Jadi, ketika ada Ketum partai manapun yang ingin berusaha berekonsiliasi dengan pemerintah ya kami pasti menolaknya," tambahnya menjelaskan.

Jika ingin berekonsiliasi dengan PA 212, maka Slamet Maarif menyebut, pemerintah harus memulangkan kembali Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

"Jangan bermimpi rekonsiliasi kalau imam kami belum pulang ke Indonesia. Itu harga mati buat kami," tuturnya. (*)

 (TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved