Hasil Penelitian : Otak Semakin Aktif Ternyata Bikin Umur Lebih Pendek

Terhadap cacing-cacingnya Yanker selanjutnya mencari “protein CEO” yang disebutnya sebagai zat yang berperan mengendalikan aktifitas saraf.

Istimewa
ilustrasi otak 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi panjang usia kehidupan seseorang.

Di antaranya seperti gen, gaya hidup dan lingkungan tempat tinggalnya.

Namun, baru-baru ini penelitian yang diterbitkan oleh Nature seperti dilansir dari Time, menunjukkan bahwa aktifitas saraf otak juga dapat berpengaruh pada umur seseorang.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa aktifitas saraf otak yang berlebihan memiliki kemungkinan membuat umur lebih pendek dibandingkan aktifitas saraf yang cenderung lebih santai.

Meski demikian temuan tersebut merupakan temuan awal dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Namun adanya penemuan ini aktivitas seperti meditasi yang membantu pikiran lebih rileks, mungkin bisa Anda coba.

Dr. Bruce Yanker, seorang profesor genetika dan neurologi di Harvard Medical School yang melakukan penelitian tersebut menjelaskan, kemungkinan mekanisme eksitasi otak berhubungan dengan mekanismenya mengontrol metabolisme.

Selama ini, mekanisme kontrol metabolisme memang telah lama dikaitkan dengan panjangnya umur seseorang.

Penelitian tentang keterkaitan keaktifan otak dengan panjangnya umur, awalnya dianggap bertentangan dengan pandangan banyak orang, yang selama ini mengira jika otak lebih aktif maka kesehatan dan vitalitasnya lebih baik.

Yanker bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dengan memeriksa jaringan otak dari ratusan subjek manusia yang meninggal.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved