Breaking News:

Soal Imbauan Pejabat Tak Beri Salam Lintas Agama, Dedi Mulyadi: Wajib Tegakan Salam Apapun Agamanya

Menurut Dedi Mulyadi, seorang pemimpin wajib menegakan salam kepada semua orang apapun agamanya.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUN JABAR
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi 

Terbitnya fatwa terkait anjuran tidak mengucapkan salam lintas agama ini dilandasi ajaran agama Islam.

Dalam Islam, salam merupakan doa yang sifatnya eksklusif dan merupakan bagian dari ibadah.

Sementara di masing-masing agama mempunyai ajarannya sendiri-sendiri dalam berdoa.

Ketua MUI Kabupaten Bogor: Cadar dan Celana Cingkrang Tak Ada Hubungannya dengan Terorisme

Raul Lemos Posting Selingkuh dan Kebohongan, Guru Spiritual Krisdayanti Singgung soal Gesekan

Anjuran untuk tidak mengucapkan salam lintas agama ini mendapatkan dukungan dari Sekjen MUI Pusat.

Selanjutnya MUI Jawa Timur masih akan membahas lebih dalam lagi dengan MUI Pusat.

Hal itu disampaikan oleh Dedi Mulyadi di akun Twitter miliknya, @DediMulyadi71 Senin (12/11/2019).

Pada Tweet-nya itu, Dedi Mulyadi mengomentari artikel berita yang berjudul "MUI Dukung Imbauan Pejabat Tak Beri Salam Lintas Agama, Ini Alasannya".

Alih-alih tak setuju dengan imbauan tersebut, Dedi Mulyadi malah mengajak masyarakat untuk menegakkan salam di seluruh agama.

Pun menurutnya, pimpinan wajib menegakan salam apapun agamanya.

"Mari kita tegakan salam dari seluruh agama.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved