Nelayan Minta Sertifikat ke Jokowi

BREAKING NEWS - Sertifikat Tanah Tak Kunjung Terbit, Nelayan Banyuwangi ke Bogor Ingin Ketemu Jokowi

Warga Banyuwangi yang berprofesi sebagai nelayan sengaja datang Ke Bogor untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor.

BREAKING NEWS - Sertifikat Tanah Tak Kunjung Terbit, Nelayan Banyuwangi ke Bogor Ingin Ketemu Jokowi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Perwakilan Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memilih bertahan di sekitar Istana Bogor untuk bertemu Presiden Joko Widodo agar bisa menyampaikan surat titipan warga untuk menyampaikan keluh kesah terkait sertifikat tanah dan aktifitas tambang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang berprofesi sebagai nelayan sengaja datang Ke Bogor untuk bertemu Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) di Istana Bogor.

Namun sejak tiba pada Minggu (1/12/2019) kemarin, mereka tak kunjung bisa menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Kini mereka pun tetap memilih bertahan untuk biaa bertemu dengan Presiden Jokowi.

Seorang nelayan asal Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Gitorolis (35) mengatakan bahwa kedatangannya tersebut untuk menyampaikan bahwa sulitnya mengurus sertifikat tanah di wilayah tempat tinggalnya.

Kekhawatiran tersebut lantaran pemukiman warga berdekatan dengan lokasi Tambang Emas.

Tarik Minat Membaca, Sri Mulyani Buat Program ABICA di Kolecer Taman Ekspresi

Jokowi Sebut SKT FPI Urusan Menteri: Masa Sampai ke Presiden

Mereka pun khawatir eksploutasi tambah emas sampai ke pemukiman warga.

"Jadi Kami di sini datang untuk mengurus sertifikat tanah, jadi sertifikat tanah kami yang selama ini tidak bisa terealisasi jadi memohon bisa berjumpa dengan presiden untuk mengutarakan apa yang dikeluhkan oleh desa kami, bukan hanya kami tapi hampir 3000 KK di dusun kami," katanya saat ditemui tak jauh dari Istana Bogor, Senin (2/12/2019).

Gitorolis menngatakan bahwa pihaknya akan terus bertahan sampai bisa bertemu Jokowi.

"Jadi semoga dengan bertahannya kami di sini bisa bertemu dengan pak Presiden," katanya.

Sementara itu Miswati (41) mengatakan bahwa Ia bersama enam warga lainnya terpaksa luntang lantung dan tinggal di di musala selama menunggu kepastian.

Ia pun sangat berharap bisa bertemu Presiden Jokowi untuk menyampaikan keluh kesah dan surat titipan dari warga.

"Tinggal di musala di pom bensin, ya asal bisa berteduh dan rebahan untuk istirahat sampai menunggu, semoga bisa cepat bertemu pak Presiden," katanya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved