Cerita Begal Motor yang Ditembak di Surabaya, Bantu Ibu Jualan Jamu, Ngerampok Karena Terlilit Utang
Begal motor sadis di Surabaya ditembak kakinya karena berusaha melawan saat akan ditangkap polisi.
Sementara itu, Rolly mengaku terpaksa melakukan kejahatan karena terlilit utang.
Dia mengaku sehari-harinya bekerja membantu ibunya berjualan jamu.
"Awalnya tidak ada niat, namun karena kebutuhan dan teman saya sepakat langsung beraksi itu," aku Rolly.
Karena perbuatannya, Rolly dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Ditempat terpisah, Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap 12 begal motor.
Enam orang diantaranya adalah anak di bawah umur, yakni AWP, FD, MD, MH, MF, dan VH.
Sementara enam pelaku lain, yakni AD, A, R, T, S, dan F.
Modus mereka dengan memberhentikan pengendara motor lalu mengambil motor korban.
Mereka ditangkap ketika tengah beraksi di dua lokasi, yakni di SPBU Cipete dan di kawasan Haji Nawi.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Andi Sinjaya Ghalib menjelaskan, awalnya mereka membuntuti seorang pengendara hingga SPBU Cipete pukul 02.00 WIB.
Mereka lalu mencegat korban dan mengancam dengan senjata tajam.
"Di SPBU tersebut akhirnya dengan menggunakan senjata tajam ini ada yang celurit, dan juga ini ada yang besi seperti celurit. Mereka mengejar korban hingga akhirnya korban yang di TKP di SPBU Cipete ini melarikan diri dan bersembunyi di toilet," ujar Andi Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).
Para pelaku kemudian mengambil motor korban. Namun, saat itu polisi memergoki aksi mereka.
Seorang pelaku ditangkap, sementara 11 orang lainnya melarikan diri.
Polisi kemudian menggali keterangan dari satu pelaku tersebut. Informasi yang diterima polisi, para pelaku berniat beraksi di kawasan Haji Nawi.(Surya.co/TribunJakarta.com)