Info Kesehatan

Bangun Pagi Lebih Sehat Daripada Bangun Siang, Mitos Atau Fakta ?

Dari hasil analisis, didapatkan kesimpulan orang yang doyan begadang berisiko mengidap penyakit mental.

Tayang:
Editor: khairunnisa
Shutterstock
ilustrasi bangun tidur 

Melansir BBC, hal itu erat kaitannya dengan genetika dalam tubuh seseorang.

Sebanyak 350 faktor genetika mempengaruhi seseorang lebih produktif pada pagi, siang, sore, atau malam hari. Jika Anda tipe orang yang bangun siang tapi memaksa Bangun Pagi, artinya sedang menyabotase kinerja puncak.

Profesor neurologi di Johns Hopkins University, Rachel Salas, menjelaskan orang yang memaksa bangun di luar ritmenya dapat merusak siklus tidur.

“Itu bukan pola tidur konsisten. Anda mengacaukan siklus tidur," jelasnya.

Salas mengatakan, tidur cukup di malam hari dengan jumlah yang sama atau konsisten penting bagi kesehatan.

Memaksa orang yang terbiasa bangun siang agar Bangun Pagi terkadang dapat mengurangi jatah tidur.

Mengorbankan waktu tidur berdampak negatif bagi kesehatan.

Warga di Purbalingga Diserang Buaya, Korban Alami 26 Jahitan

Beberapa kerugiannya, yakni mengacaukan suasana hati, susah berkonsentrasi, sampai menimbulkan gangguan kecemasan.

Selain mental, fisik juga bisa terganggu akibat kurang tidur karena tekanan darah jadi meningkat.

Potensi berat badan melonjak juga meningkat dan berisiko menimbulkan penyakit jantung.

Para ahli sepakat setiap orang punya siklus tidur masing-masing.

Buat orang yang terbiasa bangun siang, ahli merekomendasikan tak mengacaukan siklus tidur dengan bangun lebih pagi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mitos atau Fakta, Bangun Pagi Lebih Sehat Daripada Bangun Siang?", .
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Irawan Sapto Adhi

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved