Viral Media Sosial

Viral Gara-gara Ucapkan Ultah ke Teman Pria, Siswi SMP Solo di-DO, Guru Les Ngadu ke Nadiem Makarim

Viral Gara-gara Ucapkan Ultah ke Teman Pria, Siswi SMP Solo di-DO, Guru Les Ngadu ke Nadiem Makarim

Penulis: Uyun | Editor: Vivi Febrianti
kolase ilustrasi Shutterstock/Twitter @AmbarwatiRexy
Gegara Ucapan Ultah ke Teman Pria, Siswi SMP di-DO, ini kata sang guru les sebut nama Nadiem Makarim 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Beberapa hari kemarin, viral seorang siswi SMP di Solo yang di-DO atau dikeluarkan dari sekolah ikut membuat sang guru les buka suara.

Penyebabnya diduga hanya sepele, karena siswi SMP ini ketahuan chatting ucapkan selamat ulang tahun kepada teman prianya.

Berdasarkan lansiran Tribunnewsbogor.com dari TribunSolo,siswi tersebut masih duduk di bangku VIII sekolah swasta SMP IT Nur Hidayah Solo.

Kepala sekolah SMP IT Nur Hidayah Solo, Zuhdi Yusroni membenarkan kabar tersebut.

Meski begitu, sang Kepala Sekolah enggan menjelaskan kronologi kejadian, karena dianggap akan mencoreng nama baik sang siswi tersebut.

"Mohon maaf, saya tidak bisa menjelaskan secara keseluruhan kronologisnya untuk menjaga nama baik siswi," ujar Zuhdi kepada TribunSolo.com, Sabtu (11/1/2020).

Diakui sang Kepala Sekolah, sisiwi SMP yang bersangkutan merasa tertekan akibat viral nya berita ini.

"Siswi tersebut tertekan setelah kisahnya viral," ujar Zuhdi.

Daftar PPDB SMP 2020, Ini 6 Syarat yang Wajid Diperhatikan Orangtua

Instagram Luncurkan 3 Filter Baru untuk Boomerang, Ini Kelebihannya

Rahasia Bisa Dicium Reza Rahadian hingga Boy William, Kiky Saputri: Modal Halu dan Nekat

Maka dari itu, ketika ditanya wartawan perihal kronologi dan penyebab pasti siswi SMP tersebut dikeluarkan, sang Kepala Sekolah ingin menutup rapat.

"Kemarin kami sudah mencoba menutup hal tersebut untuk menjaga nama baiknya," imbuhnya membeberkan.

Zuhdi juga menyampaikan, orangtua siswi awalnya tidak tahu kisah anaknya viral.

FOLLOW:

Setelah kisah snag anak viral orang tua siswi SMP itu pun merasa tidak nyaman dengan pemberitaan.

"Awalnya, mereka tidak tahu kalau viral, setelah viral jadi kasihan dengan siswi itu," tutur dia.

"Bapaknya juga merasa malah tidak nyaman dengan berita yang ada," tambahnya.

Berdasarkan penelusuran TribunnewsBogor.com dari unggahan Twitter Rexi Ambarwati, sang guru les siswi SMP tersebut pun ikut buka suara.

"Tentang murid yang dikeluarin dari sekolah di Solo itu. ini kata guru lesnya," tulis akun @AmbarwatiRexy, Senin (13/1/2020).

Kembali Murka, Nikita Mirzani Kesal Lihat Komentar Satire Andhika Pratama : Jari-jarinya Lemes !

Anak Usia 13 Tahun Disekap di Kandang Ayam, Berhasil Kabur Meski Kaki Diborgol dan Diikat

Ia pun membagikan chatannya dengan guru les siswi SMP tersebut lewat DM Instagram.

Menurut pengakuan sang guru les, pagi hari ketika anak tersebut sekolah, tiba-tiba saja ia mendapat pengumuman kalau dirinya dikleuarkan dari sekolah.

"Aneh banget pagi ini kan anak sekolah baru masuk hari ini, si anak itu tiba-tiba dikeluarkan dari sekolah coba," aku sang guru les.

Alhasil pengumuman yang secara tiba-tiba itu pun membuat kedua orang tua siswi SMP tersbut kaget bukan main.

Orang tua siswi SMP tersebut ditelpon pihak sekolah.

Pasalnya, ketika pembagian rapor, sang anak tidak diberitahu apa-apa oleh pihak sekolah

"Kasian banget ortinya ditelpom di kantor, panik, anake dadi linglung rajelas (anaknya jadi linglung gak jelas)," aku guru les itu lagi.

Teddy Selalu Pakai Peci Saat Ditanya Soal Lina, Mbak You Bahas Maksud di Baliknya

Jabodetabek Diramalkan Hujan Ekstrem 12 Januari, Karni Ilyas: Alat Canggih Kalah sama Pawang Hujan?

Disebutkan oleh sang guru les, penyebab siswi SMP tersebut di-DO dari sekolah adalah karena chat dengan lawan jenis atau teman prianya.

Ketika mencoba melihat chat-annya itu, menurut sang guru els tidak ada sama sekali yang emlanggar unsur sara.

"Gilak gak si? Cuma gegara chat sama lawan jenis, emang ada bukti chat tapi tidak mengandung sara sama sekali," ujar sang guru les.

Setelah itu, sang guru les menceritakan kronolgi kejadian penyebab siswi SMP di Solo ini bisa di-DO dari sekolah.

Menurutnya, sang siswi SMP itu mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman prianya lewat DM Instagram.

Kemudian tiba-tiba saja pihak sekolah mengeluarkan siswi SMP tersebut

viral siswi SMP di-DO dari sekolah gara-gara ucapkan selamat ultah untuk teman prianya
viral siswi SMP di-DO dari sekolah gara-gara ucapkan selamat ultah untuk teman prianya (Twitter @AmbarwatiRexy)

"Muridku itu kelas 8 kondangan, ngucapne ulang tahun melalui DM kepada temen cowoknya lalu dikeluarkan dari sekolah," aku snag guru les.

Padahal dikaui sang guru les, sisiwi SMP anak didiknya ini termasuk siswa yang pintar.

"Padahal anake yo pinter," aku sang guru les.

Mahasiswa UKI Singgung Lampu Motor Presiden, Ngabalin : Baru Jokowi yang Berhenti Saat Lampu Merah

Menpora Malaysia Syed Saddiq Pastikan Kento Momota dalam Kondisi Stabil

Mendengar hal tersebut, sang guru les mengaku langsung naik pitam marah.

"Aku langsung naik pitam bukan karena muridku ini, namun ini udah keterlaluan. Wong di era semakin global kayak gini yaaa masak DM-an gak boleh, lagian gak asusila juga," ujar sang guru les.

Ibunya siswi SMP itu pun sempat memberikan pesan kepada sang guru les jika anaknya sampai dikelauarkan maka harus mengadukan ke kepala dinas pendidikan Solo

"Langsung ibunya tak kon (tanya) banding ke Kepala Sekolah, kalau misal sampai bener dikeluarin, aku maju ke kepala dinas pendidikan," ujarnya.

ilustrasi siswi SMP
ilustrasi siswi SMP (SHUTTERSTOCK)

Ditegaskan sang guru les, niatnya untuk membela muridnya ini bukan hanya karena sisiwi SMP itu adalah anak didiknya.

Pasalnya, kejadian DM ucapkan selamat ulang tahun itu terjadi di luar lingkup sekolah, sehingga menjadi tanggung jawab pihak orang tua, bukan lagi sekolah.

Jika benar melanggar, harusnya pihak sekolah terslebih dulu menerangkan soal attitude kepada siswi SMP tersebut, bukan langsung mengeluarkan

"Lho bukan muridku saja yang ku bela, karena itu hak anak. Dia tidak merugikan sekolah dan di luar jam sekolah atas asuhan orangtua.

Kan emang anak disekolahin ya diajari attitude juga itu PR sekolah bukan malah main mengeluarkan," tegas sang guru les.

Ucapan dan Gambar Tahun Baru Imlek 2020, Beri Pesan Menyentuh Buat Keluarga dan Sahabat

Via Vallen Doa Minta Jodoh saat Umroh, Ungkap Kriteria Pria yang Diinginkannya

Setelah mengetahui nama sekolah sisiwi SMP tersebut, Rexy Ambarwati heran dengan sikap pihak sekolah yang mengeluarkan.

"Gak masuk akal, terlalu jadi budak agama. Pengen musuhin aku," ucap Rexy Ambarwati.

"Lahyooo kan, kok kolot banget, Susah emang ngaji hanya dri Youtube dan Youtueb tidak premium karena nanti riba," jawab snag guru les.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) (Kompas.com)

Kemudian, sang guru les yang mengaku geram dnegan perlakuan pihak sekolah kepada sisiwi SMP.

Ia oun mengadukan masalah ini kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim

"Aku marah-marah banget, beneran bahkan itu sampai terjasi, aku bakal nembus gimana caranya supaya bisa tanya ke Nadiem makarim," tegas sang guru les.

Dalam aduan kepada Nadiem Makarim tersebut, guru les ini ingin menyampaikan sjeumlah komplainan

"Gimana sih pola pikirnya, mereka ngerti gak duuuh. Orang tua punya anak lalu disekolahkan. Sekolah itu tidak hanya ngaji hafal Al Quran," tegasnya

Ingin Lihat Langsung Kondisi Korban Longsor Sukajaya, Elly Rachmat Yasin Tempuh Medan Terjal

Pihak Sekolah Sebut sang siswi SMP sudah pindah sekolah

Pihak kepala skolah SMP IT Nur Hidayah, Zuhdi menegaskan pihak sekolah telah melakukan penindakan secara prosedur yang ada.

Ketidakdisiplinan siswi SMP tersebut bukan hanya soal pengucapan selamat ulang tahun kepada teman sekolah laki-lakinya.

Namun ada ketidakdisiplinan lainnya yang membuat sang sisiwi SMP ini dikeluarkan dari sekolah

"Bukan hanya itu, ada tindak ketidakdisiplinan lain yang muncul sejak kelas VII, jadi bukan soal itu saja sebenarnya," tutur Zuhdi.

"Bahkan, sebenarnya sejak kelas VII sudah kami bina siswi tersebut sampai kelas VIII," imbuhnya.

TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Pelantikan pengurus OSIS SMP IT Nur Hidayah periode 2016 /2017. 



Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul 6 Fakta Siswi SMP di Solo Dikeluarkan karena Ucapkan Ultah, Ungkapan Alumni hingga Kondisi Siswi, https://solo.tribunnews.com/2020/01/13/6-fakta-siswi-smp-di-solo-dikeluarkan-karena-ucapkan-ultah-ungkapan-alumni-hingga-kondisi-siswi?page=all.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
 Pelantikan pengurus OSIS SMP IT Nur Hidayah periode 2016 /2017 (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO)

Poin tindak ketidakdisiplinan yang dilakukan telah terakumulai dan sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan.

Hal itulah yang membuat siswi SMP itu harus diserahkan kembali kepada orang tuanya.

"Akumulasi pelanggaran bisa dibuktikan lewat riwayat panjang bukti sidang, dan proses pembinaan yang telah dilakukan," ujar Zuhdi.

"Itu membuat kami harus menyikapinya karena itu soal kedisiplian bisa berakibat ke siswa lain bila tidak ada penegakkan kedisiplinan," imbuhnya.

"Terlebih lagi, siswi tersebut telah kembali bersekolah di tempat yang baru," imbuhnya membeberkan.

Zuhdi menekankan orangtua siswi sudah menerima keputusan sekolah yang diberikan kepada anaknya.

"Sebenarnya orangtua siswi sudah menerima itu karena kita harus menegakan kedisiplinan di sekolah kami," tekan dia.

Bahkan sang sisiwi SMP tersebut pun kini sudah pindah

"Orangtua sudah menerima, siswi juga sudah menerima, kami juga sudah memberikan surat keterangan untuk membantunya melanjutkan studi di tempat yang baru," tandasnya.

"Itu harus kita lakukan untuk menegakkan kedisiplinan juga, siswi sudah menerima dan sudah pindah," tegas dia.(*)

(TribunSolo/TribunBogor)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved