Mayat Wanita Dalam Sumur Ternyata Mantan Kepala Desa di Bojonegoro, Ini Dugaan Kematiannya

Lalu pada pukul 05.00 WIB, seorang tetangga terkaget begitu akan menimba air mengetahui sesosok tubuh wanita di dalam sumur.

Editor: Ardhi Sanjaya
ISTIMEWA/BPBD Bojonegoro
Mayat Wanita di Dalam Sumur, Ternyata Eks Kades di Bojomegoro, Kematiannya Diduga Depresi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang mantan kepala desa ( kades) wanita di Bojonegoro, Sumijah (55) tewas di dalam sumur. Namanya Sumijah (55), warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari.

Kematian eks kades di Bojonegoro itu diduga karena mengalami sebelumnya depresi berat. 

Dia diketahui tewas di sumur oleh tetangganya, Senin (20/1/2020) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Umar Ghoni mengatakan, eks kades itu pada pukul 03.00 WIB diketahui keluar rumah.

Hal itu dibuktikan dengan kondisi pintu rumahnya yang terbuka.

Lalu pada pukul 05.00 WIB, seorang tetangga terkaget begitu akan menimba air mengetahui sesosok tubuh wanita di dalam sumur.

"Sumijah ditemukan meninggal, informasi sementara korban depresi," ujarnya kepada wartawan.

Dia menjelaskan, begitu petugas mengetahui kabar tersebut selanjutnya langsung datang ke lokasi untuk melakukan pertolongan.

sesosok mayat wanita itu berikutnya dievakuasi petugas untuk diangkat naik ke atas sumur.

Setelah dievakuasi, korban selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.

"Sudah kita evakuasi, tidak ada kendala selama proses dan jenazah diserahkan kepada keluarga," pungkasnya.

Meninggal dunia setelah 7 jam dilantik

Sebelumnya, penyebab Kades di Bogor bernama Dede Iskandar meninggal dunia seusai 7 jam dilantik masih menjadi misteri

Dede dilantik menjadi Kepala Desa di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (18/12/2019).

Ia meninggal dunia sekitar pukul 16.45 WIB sore seusai dilantik oleh Bupati Bogor Ade Yasin sekitar pukul 09.00 WIB di hari yang sama

Melansir dari Tribun Bogor dalam artikel 'Sosok Kades Sukaraja Bogor yang Hanya Menjabat Selama 7 Jam, Dulunya Penjual Ikan Mas', Ketua RT setempat, Momo (51) mengaku terkejut

Sebab, sebelum meninggal, dia mendapati almarhum masih dalam kondisi sehat sehingga tidak ada kecurigaan apapun.

"Sebelum dilantik juga sehat-sehat aja, biasa-biasa saja, mungkin itu udah takdir, udah gak bisa dipungkir lagi ya," kata Momo.

Dia menjelaskan bahwa almarhum merupakan sosok yang baik, ramah dan tak ada masalah dalam sosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya.

"Baik dia sama warga, bagus orangnya, ramah. Dia dari kecil di sini, dia asli orang sini, soalnya di kampung sini juga jarang ada orang pendatang," kata Momo.

Kakak kandung almarhum, Idoh (47) mengaku bahwa istrinya pun tak merasakan firasat atau tanda-tanda apapun sebelum Dede Iskandar dinyatakan meninggal.

"Gak sakit apa-apa, setahu saya gak sakit apa, sehat.

Cuma katanya buang air kecil langsung duduk biasa nerima tamu lagi, tiba-tiba langsung pingsan, lemes, gak sadar dari situ," kata Idoh (47), saat ditemui wartawan di rumah duka, Rabu (18/12/2019) malam.

Dia menjelaskan bahwa setelah pingsan, almarhum langsung dilarikan ke rumah sakit.

Namun nahas, Dede meninggal dalam perjalanan.

"Dibawa ke rumah sakit, diperjalanan saya denger udah gak ada.

Tapi kakak saya kan penasaran, diperiksa lagi ke rumah sakit udah, gak ada (meninggal)," kata Idoh.

Dia menjelaskan bahwa almarhum memang memiliki riwayat sakit jantung, namun sudah dinyatakan sehat sejak dua tahun yang lalu.

"Memang dulu punya penyakit jantung tapi udah dua tahun yang lalu, berobat ke jakarta, udah lama, udah sehat.

Gak operasi, cuma berobat aja, jantung ringan, gak sampai pasang ring, gak," kata Idoh.

Sekadar informasi dilansir dari Hellosehat, penyakit jantung dapat terjadi pada siapa saja di segala usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan gaya hidup.

Selain itu, penyakit jantung tidak bisa disembuhkan.

Kondisi ini membutuhkan pengobatan dan pemantauan hati-hati sepanjang masa hidup.

Ketika metode pengobatan ini gagal, Anda harus melakukan operasi bedah yang cukup mahal dan rumit untuk bertahan hidup.

Hal ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda.

Kasus meninggal mendadak juga pernah dialami sepasang pengantin dari Kabupaten Sidrap

Detik-detik pengantin wanita meninggal dunia sehari setelah pernikahan hingga kisahnya viral di media sosial (medsos), ada di artikel ini

Dilansir Tribun Timur dalam artikel 'Viral, Pengantin Perempuan Meninggal Sehari Usai Menikah, Begini Kronologinya', tragedi ini dialami pasangan pengantin Mita dan Muh Aksa Hatta di Desa Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap dan menjadi viral, Minggu (21/4/2019).

Hanya berselang satu hari setelah pernikahan mereka, sang pengantin pria harus kehilangan istrinya karena meninggal dunia.

Awalnya, mereka melangsungkan pesta pernikahan pada Jumat (19/4/2019) di Desa Kampale.

Detik-detik Mempelai Wanita Meninggal Sehari Usai Pernikahan (Net)
Hari Sabtu, pengantin perempuan mengalami drop dan dilarikan ke klinik hingga akhirnya nyawanya tak tertolong.

"Keduanya masih sangat muda. Mereka pacaran hingga menikah. Kemarin perempuan sempat tidak enak na rasa makanya dibawa ke klinik. Di klinik perempuan menghembuskan nafas terakhir,"jelas Yunita salah satu warga Tanru Tedong.

Sang suami, Muh Aksa Hatta merasa tidak percaya istrinya berpulang ke rahmatullah secepat ini.

Ia pun tampak histeris dalam sejumlah video yang viral didepan jenazah sang istri.

Ucapan belasungkawa mengalir di akun media sosial sang suami, Muh Aksa Hatta.

Menurut Yunita, semua kaget karena selama ini almarhum Mita ini aktif dan riwayat penyakit pun sejauh ini tidak ada.

Kabar meninggalnya pengantin perempuan sehari setelah pernikahan ini viral di medsos, salah satunya diunggah akun faceboook Aisyah Riffat, Sabtu (20/4/2019)

"innalillahi wainnailahi rojiun,

semoga tenangki di alam sana dek.

kaget dengar berita meninggalX krn bru kemarin dri acraX pernikahanX,

tpi blik lgi segalaX Allah yg tw,Allah pling berhak.

Muh Aksa Hatta yg sabarki dek." tulis akun Aisyah Riffat

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Mayat Wanita di Dalam Sumur, Ternyata Eks Kades di Bojonegoro, Kematiannya Diduga Depresi,

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved