Info Kesehatan

Waspada ! Ini Bahaya Sering Pakai Ulang Botol Plastik Bekas Air Minum

bolehkah botol plastik bekas air minum dalam kemasan (AMDK) dipakai berulang-ulang kali?

thinkstockphotos
ilustrasi botol plastik 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Botol plastik sekali pakai, seperti yang digunakan oleh banyak air minum dalam kemasan, sangat praktis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai upaya untuk mengurangi jejak sampah plastik yang merusak lingkungan, Anda mungkin terpikir untuk menggunakan kembali botol plastik bekas air minum.

Namun, bolehkah botol plastik bekas air minum dalam kemasan (AMDK) dipakai berulang-ulang kali?

Dilansir dari artikel VeryWellFit, 19 September 2019, yang secara medis ditelaah oleh Richard N Fogoros, MD, ada dua kekhawatiran dari memakai ulang botol plastik sekali pakai. 

Sandiaga Uno Terenyuh Lihat Anies Baswedan Dihajar Isu saat Banjir Jakarta : Dia Dapat Berkah

Akan Dirilis Februari 2020, Album BTS Map of The Soul: 7 Sudah Pecahkan Deret Rekor Ini

Bacaan Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Dzuhur dalam Bahasa Arab dan Latin, Lengkap dengan Artinya

Bahan kimia berbahaya

Mayoritas botol sekali pakai terbuat dari polyethylene terephthalate (PET).

Sejauh ini, belum ada bukti pasti yang menunjukkan bahwa menggunakan kembali botol air berbahan PET dapat meningkatkan risiko cemaran bahan kimia berbahaya.

Sebelumnya, memang ada kekhawatiran bahwa bahan kimia bisphenol A (BPA), yang banyak digunakan dalam produk plastik agar lebih keras, dapat mencemari makanan.

Akan tetapi, kebanyakan botol plastik pada saat ini telah diformulasikan agar bebas dari BPA yang dapat mengganggu perkembangan saraf dan organ reproduksi.

Selain BPA, zat yang menimbulkan kekhawatiran adalah antimon, sebuah logam yang berpotensi karsinogenik dan biasanya digunakan dalam pembuatan plastik.

Banyak studi telah mencoba untuk mencari tahu apakah antimon mencemari air dan makanan yang disimpan dalam botol atau wadah berbahan PET.

Akan tetapi, hasil penelaahan banyak studi hanya menemukan sedikit cemaran pada air dalam botol PET yang disimpan dalam suhu ruang selama tiga tahun.

Jumlahnya pun hanya 1 persen dari batas yang diperbolehkan oleh Badan Kesehatan Dunia ( WHO). 

Jarang Dibuka Pengguna, Tombol IGTV di Instagram Dihapus

Ashanty Bantah Kasih Lampu Hijau ke Atta Halilintar, Anang Hermansyah Sinis : Jadi Sebatas Konten ?

Bahaya Bakteri dan jamur

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved