Breaking News:

Gerebek Pabrik Ekstasi

Pabrik Ekstasi di Jakarta Ternyata Jaringan Freddy Budiman, Dikendalikan dari Balik Lapas

Di pabrik pil ekstasi ini, polisi mengamankan pelaku berinisial HS beserta barang bukti 1.320 pil ekstasi, 1,5Kg bubuk ekstasi, 655 butir obat sakit k

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
pelaku hasil pengungkapan pabrik ekstasi di Jakarta 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pabrik ekstasi rumahan yang digerebek Sat Narkoba Polres Bogor di Senen, Jakarta Pusat rupanya masih berkaitan dengan jaringan gembong narkoba terpidana mati Freddy Budiman.

Pelaku bandar sekaligus peracik ekstasi berinisial HS berhasil ditangkap saat penggerebekan.

Kemudian pengembangan lanjutan pengungkapan kasus narkoba ini membawa polisi ke pelaku lainnya.

Rupanya, pabrik pil ekstasi ini juga dikendalikan seseorang di balik Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor berinisial ADJT.

"Pelaku utamanya ini yang mengendalikan, narapidana di Lapas Gunungsindur. Berinisial ADJT," kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Selasa (21/1/2020).

Joni menjelaskan bahwa ADJT ini sudah divonis mati namun masih bisa mengendalikan jaringan-jaringannya yang ada di wilayah Jabodetabek.

Lanjut Joni, ADJT mengendalikan untuk memberi bahan baku ekstasi kepada HS kemudian diracik dan diedarkan.

"ADJT ini asal Tangerang, yang bersangkutan ditangkap oleh BNN tahun 2017, didapatkan 100 kg sabu-sabu, yang bersangkutan sudah dihukum vonis mati tapi masih bisa mengendalikan dari Lapas tersebut. Ini termasuk ada jaringan Freddy Budiman yang sudah divonis mati, yang sudah dieksekusi, dan ini (ADJT) belum dieksekusi," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sat Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap pabrik rumahan pil ektasi di wilayah Senen, Jakarta Pusat.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved