Pembawa Bendera saat Demo, Lutfi Alfiandi Dituntut Empat Bulan Penjara

Sementara, Pasal 214 KUHP terkait perbuatan Lutfi yang dinilai melawan aparat polisi saat aksi pelajar dan mahasiswa rusuh itu.

Editor: khairunnisa
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Lutfi Alfiandi (20), pemuda yang fotonya viral sedang menggenggam bendera Merah Putih saat kerusuhan di kawasan DPR, Jakarta, September 2019, tak kuasa menahan tangis usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/01/2020) siang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Lutfi Alfiandi (20), pemuda yang fotonya viral saat membawa bendera di kawasan Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada September 2019 lalu dituntut empat bulan penjara.

Sidang tuntutannya berlangsung hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

"Kami penuntut umun menuntut terdakwa dengan hukuman empat bulan penjara dengan ketentuan selama berada di dalam tahanan dan akan dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dengan perintah agar tetap dalam tahanan," ujar Jaksa Penuntut Umum, Andry Saputra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut Jaksa, hal yang memberatkan adalah aksi unjuk rasa yang dilakukan Lutfi dan massa lainnya meresahkan masyarakat.

Sebab saat unjuk rasa itu, Lutfi tidak membubarkan diri dan meninggalkan lokasi. Padahal saat itu aparat kepolisan telah berkali-kali mengingatkan agar massa bubar.

Sementara, hal yang meringankan Lutfi adalah ia menyesali perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya.

Dalam kasus ini, Jaksa menilai Lutfi terbukti melangar Pasal 218 KUHP.

"Menyatakan terdakwa Lutfi bersalah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap penguasa umum (aparat)," kata dia.

Setelah pembacaan tuntutan, Majelis Hakim mempersilakan terdakwa untuk mengajukan eksepsi atau nota pembelaan.

Di depan Hakim, Lutfi pun akhirnya meminta untuk dibebaskan.

"Saya minta bebas karena saat itu (unjuk rasa), saya sudah di jalan pulang," ucap Lutfi Alfiandi.

Lutfi Alfiandi Mengaku Disetrum dan Dipukul, Polisi : Enggak Mungkin, Kami Kan Modern

3 Hari Cari Lutfi Alfiandi, Ibunda Ungkap Telpon Terakhir Saat Anak Ditangkap: Ampun Ampun ke Polisi

Kemudian, kuasa hukum pun membacakan nota pembelaan secara lisan di dalam persidangan itu.

Setelah pembacaan nota pembelaan, Majelis Hakim kemudian mengatur jadwal sidang putusan atau vonis pada Kamis (30/1/2020) besok.

Adapun awalnya Lutfi didakwa tiga pasal alternatif. Pertama, Lutfi diancam Pasal 212 KUHP juncto Pasal 214 KUHP ayat 1.

Adapun Pasal 212 KUHP itu mengatur adanya kekerasan terhadap anggota kepolisian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved