Penghina Risma DItangkap

Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara, Ibu Asal Bogor yang Menghina Walikota Risma Menangis Minta Maaf

Ibu dari tiga orang anak ini mengatakan, perkataannya di media sosial yang ditulisnya itu lantaran terbawa emosi

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Tersangka Zikria Dzatil yang melakukan penghinaan Wali Kota Surabaya, Tri rismaharini saat di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020). 

Wanita yang menghina Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengaku menyesal atas apa yang dilakukannya tersebut.

Perempuan 43 tahun itu terisak ketika menyampaikan permohonan maaf kepada Risma.

Sambil terisak, Zikria memanggil Risma yang sempat dihinanya itu dengan panggilan Bunda.

"Saya meminta maaf, saya sama sekali tidak ada maksud menghina bunda Risma. Maafkan saya Bunda, saya menyesal," kata Zikria sambil menitikkan air matanya di hadapan wartawan, Senin (3/2/2020).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

"Atas kejadian ini, kita semua bisa belajar. Kami imbau agar masyarakat lebih santun dan bijak dalam menggunakan media sosial," kata Sandi.

Dilaporkan Forum Arek Suroboyo

Dugaan penghinaan itu berawal saat peristiwa hujan deras pada Rabu (15/1/2020) sore lalu dan merendam sebagian jalanan di Kota Surabaya.

Akun facebook Zikria Dzatil kemudian mengungah foto Risma dengan caption tak pantas.

Widodo, Narahubung Forum Arek Suroboyo Wani itu menegaskan, jika ada dua akun di media sosial yang dilaporkan oleh forum masyarakat tersebut berikut bukti capture unggahannya.

"Ada dua akun facebook, yakni Zikria Zatil dan Farel Grunch.

Kedatangan kami disini melaporkan secara resmi sekaligus menggelar aksi damai," beber Widodo.

 Bayi Nikita Mirzani Ikut Temani Ibunya di Kantor Polisi, Arkana Mawardi Tidur Bareng di Sel Tahanan?

Puluhan massa dari Forum Arek Suroboyo Wani yang menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (24/1/2020).
Puluhan massa dari Forum Arek Suroboyo Wani yang menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (24/1/2020). (SURYA.co.id/Firman Rachmanudin)

Menurut Widodo, penting kasus tersebut ditindak lanjuti lantaran khawatir jika dibiarkan akan merusak tatanan demokrasi yang beradab.

"Hal ini sebagai wujud dukungan moril kepada Bu Wali Kota, serta sebagai upaya merawat atmosfer demokrasi yang sehat dan cerdas dengan tidak menyalahgunakan media sosial,"tambahnya.

Warganya Ditangkap Polisi Karena Diduga Menghina Walikota Risma di Medsos, Ketua RW Syok

Dalam aksi tersebut, perwakilan Forum Arek Suroboyo Wani ditemui oleh Kasatintelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Whimboko dan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved