Info Kesehatan
Buang Air Besar Normalnya Berapa Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Beberapa peneliti mengindikasikan bahwa intensitas BAB sebanyak tiga kali sehari atau tiga kali seminggu masih tergolong normal.
Setiap orang diketahui dapat membantu gerakan ini melalui aktivitas fisik, seperti berjalan atau melakukan berbagai bentuk olahraga lainnya.
4. Penyakit kronis atau akut
Beberapa penyakit kronis, seperti penyakit radang usus dapat menyebabkan peningkatan episode pergerakan usus dan diikuti oleh periode sembelit.
Penyakit akut, seperti viral gastroenteritis (flu perut) atau cedera yang mengharuskan seseorang minum obat penghilang rasa sakit dapat juga menyebabkan perubahan pada pola pergerakan usus.
Hal itu dikarenakan obat yang dikonsumsi memiliki efek samping memperlambat aktivitas usus.
BAB dikatakan bermasalah
Ada beberapa gejala yang dapat menunjukkan bahwa seseorang perlu mencari dokter karena mengalami masalah BAB, di antaranya yakni:
- Ditemukan darah di kotoran
- Tidak BAB lebih dari tiga hari
- Feses berwarna hitam
- Sakit perut yang parah
- Penurunan berat badan atau demam yang menyertai diare atau sembelit
Seseorang bisa dikatakan mengalami diare jika kotorannya terlalu berair atau longgar.
Kondisi ini patut juga diwaspadai mengingat seseorang bisa mengalami dehidrasi dan kehilangan elektrolit.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buang Air Besar Normalnya Berapa Kali Sehari?"
Penulis : Irawan Sapto Adhi
Editor : Irawan Sapto Adhi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-buang-air-besar_20180627_170911.jpg)