Pengakuan Pelaku Pembunuhan dan Pelecehan Bocah SD, Mengaku Korban dan Sering Layani Sesama Jenis

K bahkan mendapat bayaran hingga Rp 1,5 juta ketika kali pertama melayani seorang pria yang suka sesama jenis.

Pengakuan Pelaku Pembunuhan dan Pelecehan Bocah SD, Mengaku Korban dan Sering Layani Sesama Jenis
Kolase Kompas.com
Bocah SD di Banjarnegara dibunuh oleh tetangganya, K. 

"Anak saya masih kecil ya menurut saja. Sekitar pukul 15.00 WIB K mengajak lagi, K datang ke rumah, waktu itu di rumah ada kakaknya sama temannya," ujar Jariyah.

Namun hingga menjelang petang, MR tak kunjung pulang ke rumah. Sementara K terlihat telah berada di rumah yang berada persis di seberang rumah MR.

Lucinta Luna Masih Ditahan di Ruang Khusus, Manajer Sebut LL Minta Dibawakan 3 Benda Tak Terduga Ini

5 Hari Koma, Bocah 4 Tahun Tewas Setelah Digigit Ular Weling saat Tidur, Ini Kata Panji Petualang

Jumat malam akhirnya warga setempat mencari keberadaan MR, namun tidak membuahkan hasil. Orang tua MR juga mencari MR ke rumah saudara dan teman-temannya, namun nihil.

"Sabtu (1/2/2020) dia (K) juga sempat ikut nyari, tapi Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB dia pergi. Selasa (4/2/2020) pagi dia pulang, dia juga sempat mengantar jenazah dari ambulans ke rumah," kata Jariyah.

Jariyah mengatakan, MR anak kelima dari delapan bersaudara ini merupakan anak yang penurut. 

MR dikenal anak yang rajin mengaji.

Kronologi

MR dilaporkan hilang sejak Jumat (31/1/2020). Kemudian MR ditemukan tewas tiga hari setelah menghilang, yakni pada Senin (3/2/2020) malam.

Mayat MR ditemukan di kebun milik warga di Dukuh Kenteng, Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Atas penemuan tersebut, polisi kini menetapkan salah seorang tetangga MR berinisial K sebagai tersangka.

Melansir Antara, tersangka K ternyata merupakan tetangga MR.

Tersangka K rupanya telah mengawasi gerak-gerik MR sejak lama hingga muncul niat mengerjai MR.

Pada hari di mana MR dinyatakan hilang, K ternyata saat itu mengajak korban mencari buah durian yang jaraknya cukup jauh.

Namun sesampainya di kebun durian, K mencekik dan melukai leher MR dengan cutter.

Tak cukup sampai di situ, K juga melakukan tindakan keji lainnya.

Setelah MR meninggal dunia, K kemudian melakukan pelecehan seksual terhadap jenazah MR.

"Korban meninggal dunia kemudian dilakukan vistting, salah satu istilah terhadap cara-cara pelaku disorientasi seksual melakukan kegiatan terhadap lawannya," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Iga Dwi Perbawa Nugraha.

Setelah puas melakukan hal itu terhadap korbannya, ia kemudian meninggalkan jenazah MR.

Polisi menangkap K sehari setelah mayat MR ditemukan.

Oleh keluarganya, MR dilaporkan hilang sejak Jumat (31/1/2020).

Sejumlah warga kemudian mencari keberadaan MR.

Mayat MR ditemukan warga sekitar pukul 21.00 WIB, pada Senin (3/2/2020).

Dari pertama kali hilang, tiga hari kemudian baru jasad MR ditemukan.

Hal itu berawal dari laporan warga yang mencium bau busuk dan menemukan sepasang sandal merah yang tertutup rumput.

Warga terkejut karena menemukan jasad MR dalam keadaan telungkup dan tertutup rumput.

Saat ditemukan kali pertama, warga mendapati luka akibat benda tajam di leher korban.

Masing-masing sepanjang 7 sentimeter dan 8 sentimeter.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.

Jenazah MR dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. 

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: khairunnisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved