Info Kesehatan

Kenapa Susu Segar Lebih Berkualitas daripada Susu Bubuk? Ini Penjelasannya

Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua produk susu mengandung manfaat yang sama.

Editor: Vivi Febrianti
Fullperfams
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Susu merupakan sumber gizi yang baik untuk melengkapi asupan makanan kita setiap harinya.

Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua bentuk susu sama baiknya?

Ilmuwan nutrisi, Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD menyebutkan, susu mengandung enam zat gizi yang dibutuhkan tubuh, yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.

Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua produk susu mengandung manfaat yang sama.

"Kita harus jeli ketika memilih produk berkualitas," kata Matthew ketika ditemui di pabrik susu Greenfields di Palaan, kabupaten Malang, Jumat (21/2/2020).

Ia menambahkan, susu bubuk atau susu kental manis, misalnya, memiliki banyak bahan-bahan tambahan seperti perisa sintetis dan lainnya.

Sementara susu segar hanya terdiri dari susu sapi segar.

"Karena itu kualitas susu segar jauh lebih baik daripada yang lain," kata dia.

Sementara itu, ahli gizi Emilia Achmadi seperti diberitakan oleh Kompas.com pada 16 Februari 2016 lalu menjelaskan, kualitas susu segar lebih baik karena masih memiliki kandungan nutrisi yang utuh.

Susu segar yang dikonsumsi manusia bisa didapat setelah melalui proses pasteurisasi atau proses untuk menghilangkan organisme dalam susu menggunakan suhu tinggi dalam waktu singkat.

Sedangkan susu bubuk sudah melalui proses pemanasan yang berpotensi merusak kandungan di dalamnya, terutama Vitamin B kompleks.

"Kalau mau makan makanan yang paling sehat, konsumsi makanan yang paling natural, alami. Jadi kalau susu, pilihlah yang paling mendekati natural, yaitu susu segar," katanya.

Ia menjelaskan, dalam satu gelas susu segar mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan kulit, vitamin B untuk kesehatan otak dan mengatasi anemia, serta vitamin D untuk kekuatan tulang.

Tak hanya itu, susu juga kaya protein, kalsium, magnesium, hingga potasium.

Matthew mengatakan, fokus pada pola makan alami akan membuat kita secara tidak langsung juga akan fokus membangun kebiasaan sehat dalam jangka panjang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved