Razia Pedagang Miras

PKL yang Jual Minuman Keras Sempat Kelabui Petugas, Bawa 2 Mobil Mini Bus Untuk Simpan Miras

Awalnya Tagor sempat mengelak dengan mencoba meyakinkan petugas bahwa dirinya tidak menjual minuman keras.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM/LINGGA ARVIAN NUGROHO
Miras yang ditemukan Satpol PP saat melakukan razia di Jalan Pengadilan, Kota Bogor Rabu (12/3/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Tagor penjual minuman keras berkedok pedagang kaki lima (Pkl) di Jalan Pengadilan tidak bisa mengelak ketika petuhas gabungan Satpol PP, Kodim Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, Denpom serta Trantib Bogor Tengah menemukan puluhan botol minuman keras.

Awalnya Tagor sempat mengelak dengan mencoba meyakinkan petugas bahwa dirinya tidak menjual minuman keras.

Namun petugas gabungan tidak lantas percaya dan terus melakukan penyisiran.

Saat penyisiran awal ditemukan puluhan botol minuman keras dalam sebuah mobil Calya yang diparkir tidak jauh dari lokasi.

Tidak hanya itu rupanya Tagor masih menyimpan minuman keras yang dijualnya disebuah mini bus yang berada cukup jauh dari lapak jual mirasnya.

Tagor pun sempat tak mengakui bahwa mobil tersebut memang dibawa untuk menyimpan minuman keras.

Namun ketika diancam mobil tersebut akan diderek Tagor pun mengaku bahwa mobil tersebut memang sengaja dibawa untuk menyimpan miras.

Dalam kondisi mata yang sayup dan kondisi lingkar hitam, Tagor pun pasrah dan meinta agar mobil miliknya tidak dibawa.

Saat diperiksa puluhan botol miras yang masih di dalam kardus itu disembunyikan di belakang mobil.

Camat Bogor Tengah Agustian Syach mengatakan bahwa pihaknya sempat mengalami kesulitan.

Namun dengan bantuaan petugas Polresta Bogor Kota, Kodim Kota Bogor dan Denpom petugas gabungan berhasil menemukan puluhan botol miras.

"Iya mereka pedagang mengecer tapi mereka menyimpan minumannitu jauh dari warung tempat mereka berjualan," ujarnya.

Agustian mengatakan bahwa modus modus tersebut merupakan modus pedagang minuman keras ilegal untuk menghindari razia.

"Iya memang begitu polanya, saat razia warung mereka kosong nanti beres razia dipasang lagi, tapi Alhamdulillah berkat bantuan Polresta Kota Bogor dan Denpom kahirnya pkl itu ngaku kalau minuman keras itu disimpan di mobil pribadi," katanya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved