Breaking News:

Teror Virus Corona

Mahfud MD Sebut TNI, Polri & Satpol PP Akan Bubarkan Kerumunan yang Membahayakan saat Corona Merebak

pemerintah telah memutuskan untuk melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP guna membubarkan kerumunan warga yang membahayakan di tengah wabah virus Corona

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menkopolhukam Mahfud MD berbicara soal sikap pemerintah terhadap WNI terduga teroris lintas batas. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP guna membubarkan kerumunan warga yang membahayakan di tengah wabah virus Corona.

Mahfud MD mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Karena ternyata masih banyak pelanggaran tingkat pemahaman dan penghayatan masyarakat tentang situasi ini tidak sama, maka kemarin Rapat Gugus Tugas jam 12.00 sampai 14.30 itu memutuskan agar TNI dan Polri ikut turun tangan secara selektif. Dibantu oleh Satpol PP di daerah-daerah untuk melakukan pembubaran terhadap kerumunan-kerumunan orang yang membahayakan," kata Mahfud MD dalam teleconference bersama awak media pada Senin (23/3/2020).

Mahfud MD menjelaskan, prosedur penegakan hukum secara selektif tersebut di bawah komando Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Ia pun mengatakan keputusan tersebut telah disampaikan kepada TNI dan Polri.

"Saya lihat di beberapa daerah itu sudah dilakukan oleh Polri. Dan Polri sendiri sudah membuat SOP yang nampaknya sudah dijalankan oleh daerah-daerah," kata Mahfud.

Total Pasien Positif Covid-19 Jadi 579 Orang

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengungkap data terbaru pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia menjadi 579 pasien.

TNI Kerahkan Ratusan Personel Bantu Operasional RS Darurat Covid-19

Rapid Test Corona Bogor Batal Digelar di Stadion Pakansari, Ini Alasannya

Achmad Yurianto mengatakan terdapat penambahan jumlah pasien positif sebanyak 65 orangn hingga Senin (23/3/2020) siang.

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 65 orang yang terdiri dari berbagai provinsi yang bisa kita lihat di tabel, sehingga total kasus pada hari ini menjadi 579 kasus," kata Achmad Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020).

Halaman
1234
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved