Teror Virus Corona

Ganjar Beri Klarifikasi Soal Kota Tegal Lockdown : Hanya Mengurangi Pergerakan Warga

Ganjar mengatakan, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriono bukan menerapkan lockdown.,Namun, ia hanya mengurangi pergerakan warganya untuk mencegah penular

Editor: Ardhi Sanjaya
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ditemui di UNS Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut memberikan klarifikasinya soal Kota Tegal yang mengaku lockdown.

Ganjar mengatakan, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriono bukan menerapkan lockdown.

Namun, ia hanya mengurangi pergerakan warganya untuk mencegah penularan Covid-19.

"Saya tanya (Lockdown atau tidak), ternyata enggak, tapi mengurangi perbatasan."

"Sehingga jalan-jalan di dalam kota dibatasi dan ditutup, sampai level ini masih oke kok."

"Bukan lockdown ya. Tapi mengurangi pergerakan warga agar tidak terlalu bebas," tutur Ganjar dalam diskusi di Smart FM, Sabtu (28/3/2020), yang dilansir Kompas.com.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan, Yulianto Prabowo (kiri) mengumumkan satu pasien baru positif corona di Kota Semarang dan satu PDP meninggal di Moewardi. Pasien yang meninggal belum diketahui hasil pemeriksaannya apakah negatif atau positif, Kamis (19/03/20). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan, Yulianto Prabowo (kiri) mengumumkan satu pasien baru positif corona di Kota Semarang dan satu PDP meninggal di Moewardi. Pasien yang meninggal belum diketahui hasil pemeriksaannya apakah negatif atau positif, Kamis (19/03/20). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (/)

 

Selain itu, lanjut Ganjar, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriono hanya menutup alun-alun kota dan beberapa akses jalan di dalam kota tersebut.

"Pak Dedy (Walkot Tegal) ini mengambil tindakan awalnya di alun-alun, di sana dipakai sebagai tempat warga berkumpul."

"Nah itu tempat penularanya paling gampang, maka kemudian alun-alun ditutup," kata Ganjar.

Walkot Tegal akui sudah berkoordinasi dengan Ganjar

Sebelumnya diberitakan Tribun Jateng, Dedy Yon Supriyono mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal itu terkait rencana penutupan akses masuk ke Kota Tegal.

Rencana itu oleh Dedy disebut dengan istilah 'Local Lockdown' atau 'Isolasi Lokal'.

Untuk itu, akses masuk Kota Tegal akan ditutup selama empat bulan, mulai 30 sampai 30 Juli 2020.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam Konferensi Pers di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam Konferensi Pers di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam. (TribunJateng/Istimewa)

 

Ia mengatakan, Gubernur Ganjar pun sudah tahu local lockdown atau isolasi lokal itu berarti menutup akses masuk Kota Tegal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved