Virus Corona di Bogor

Bentuk RW Siaga Covid-19, Wakil Wali Kota Bogor Minta Pak RT Pantau Tamu yang Datang

membatasi pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing.

Gerd Altmann/Pixabay
Ilustrasi penanganan virus corona oleh tenaga medis. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memberi delapan point arahan kepada para camat dan lurah di Kota Bogor.

Dedie mengatakan arahan tersebut agar para lurah didampingi camat masing-masing menyiapkan langkah-langkah teknis.

Langkah teknis yang harus disiapkan di antaranya adalah melaksanakan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 bersama pengurus RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, Pengurus LPM dan seluruh potensi masyarakat yg ada.

Selain itu aparatur wilayah juga membatasi pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing.

"Kita juga minta agar memasang spanduk RW Peduli Corona dan menggiatkan Siskamling," ujarnya.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Freeport Beri Bantuan Rp 5 Miliar

Sementara itu untuk melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat terdampak.

"Ini bisa dengan membuat daftar diluar database kemiskinan Kota Bogor atau diluar penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain itu juga wilayah diminta untuk menyiapkan langkah pengamanan ketersediaan bahan pokok, bahan bakar dan air minum bagi warga dengan mengkalkulasi seluruh resiko dan solusi apabila diterapkan pembatasan dalam jangka waktu tertentu.

Perangi Covid-19, Presiden Jokowi Resmi Tetapkan Status Kedaruratan Kesehatan

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim juga meminta agar warga patuh untuk tidak berkerumun sehingga masyarakat mengikuti instruksi presiden agar melakukan aktivitas belajar, bekerja dan beribadah dari rumah masing-masing.

"Jaga kebersihan lingkungan dan lindungi diri dengan masker, hand sanitizer, jaga jarak sosial yang aman dan tidak menyentuh wajah sebelum cuci tangan," katanya.

Dedie juga memprediksi pembatasan sosial skala besar akan berlangsung hingga tanggal 23 Mei 2020.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved