Teror Virus Corona

Beredar Kabar Hirup Uap Panas Bisa Matikan Virus Corona, Benarkah ?

Dengan alasan uap panas yang terhirup, dikatakan virus akan mati jika terpapar suhu 50-52 derajat.

Editor: khairunnisa
Pete Linforth/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terapi menghirup uap air panas sebagaimana tersebar di media sosial dipastikan tidak benar dapat membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh.

Sebelumnya, akun Facebook Dhiajeng Lestari mengunggah informasi manfaat terapi uap air panas yang disebut bisa membunuh virus yang sudah menempel di dalam tubuh.

Dalam unggahannya, pemilik akun mengunggah sebuah gambar kolase yang menunjukkan seorang laki-laki tua menempelkan wajahnya ke dalam wadah seperti toples yang berisi air panas.

Dia menyebut jika dalam posisi tersebut seseorang mengambil nafas dalam-dalam melalui hidung dan mengeluarkannya lewat mulut, maka virus yang ada di rongga sinus dapat terbunuh.

Dengan alasan uap panas yang terhirup, dikatakan virus akan mati jika terpapar suhu 50-52 derajat.

Jokowi Beri Diskon dan Gratiskan Tarif Listrik, Ini Kata PLN

Saran Alihkan Anggaran Formula E dan Ibu Kota Baru untuk Covid-19, Yunarto : Dibanding Adu Bantah

Berikut ini narasi lengkap yang dituliskan pengunggah:

Beaker Glass (Vol 2L) diisi air panas 90C sebanyak 800-900ml, terus kepala kita posisikan spt pada foto, hirup n afas panjang dg hidung, hembuskan dgn mulut.

Lakukan selama 5 menit. Itu terapi mematikan virus yg mungkin sdh nempel di rongga sinus. Virus akan mati kena suhu 50-52C dalam dua menit. Hirup dengan hidung, keluarkan lewat mulut. Jadi uap panasnya masuk ke ringga hidung dan rongga mulut.

Hingga Selasa (31/3/2020) sore, unggahan yang dibuat pada Jumat (27/3/2020) itu sudah dibagikan sebanyak hampir 300 kali.

Penjelasan

Namun demikian, informasi yang disampaikan dalam unggahan itu dibantah oleh dokter spesialis paru dr. Eva Sri Diana, SpP.

"Wah jangan percaya ini. Ini terapi tradisional untuk pasien sinusitis," jawab Eva saat dihubungi Selasa (31/3/2020) sore.

Eva menjelaskan terapi semacam itu tidak bisa membunuh virus, karena virus hanya bisa dibunuh menggunakan ativirus dibantu dengan kekuatan imun tubuh.

"Virus hanya mati dengan antivirus dibantu dengan imun tubuh terutama," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved