Breaking News:

Virus Corona di Bogor

Warga Perumahan di Bogor Buat Bilik Disinfektan Sendiri, Segini Biaya yang Dikeluarkan

Warga di perumahan Cluster Tajur Agung komplek Perumahan Pakuan Regency, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor membuat inovasi bilik sterilisasi.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bilik sterilisasi yang dibuat oleh warga atas inisiasi pengurus RT dan RW di Cluster Tajur Agung komplek perumahan Pakuan Regency, Rabu (1/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Warga di perumahan Cluster Tajur Agung komplek Perumahan Pakuan Regency, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor membuat inovasi bilik sterilisasi.

Dengan menggunakan bahan-bahan yang cukup mudah didapat dan terjangkau, warga di RT 5/7 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor membuat sendiri bilik disinfektan.
   
Ketua RT/RW 05/07 Imam Hanafi (36) menceritakan bahwa bilik tersebut sudah ada sejak satu minggu lalu.

Fungsinya adalah untuk menyemprotkan cairan disinfektan secara otomatis kepada warga ataupun tamu yang datang sebelum masuk ke area komplek.

Ikuti Anjuran Pemerintah di Rumah Aja, Guntur Triaji Tidak Mengikuti Upacara Kenaikan Pangkat

Cerita Driver Ojol di Bogor Disemprot Disinfektan saat Masuk Komplek: Buat Kebaikan Bersama

Tujuannya adalah untuk melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19.

"Alat ini bukan untuk menyembuhka, tapu untuk menghilangkan virus atau meminimalisir mencegah berkembangnya virus yang menempel pada pakaian dan sebagainya," katanya saat ditemui Rabu (1/4/2020).

Untuk membuat bilik sterilisasi itu biaya yang diperlukan sekitar Rp 1,5 juta.

Bahan-bahannya pun cukup sederhana.

"Ini ukurannya sederhana dari bahan baja ringan 220 x 100 cuma tapi yang ideal 250×100, Ini kita pakai tiga batang baja ringan kemudian spuyer kemudian dihubungan ke selang dan untuk mendorong kita pakai kompa dc," ujarnya.

Driver ojek online Beni ketika mengantar pesanan makanan terlebih dahulu memasuki bilik steril dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk area komplek Pakuan Regency, Kota Bogor, Rabu (1/4/2020), langkah tersebut dilakukan oleh RW Siaga-Covid bersama ketua RT dan warga untuk mencegah meluasnya penyebaran virus covid-19.
Driver ojek online Beni ketika mengantar pesanan makanan terlebih dahulu memasuki bilik steril dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk area komplek Pakuan Regency, Kota Bogor, Rabu (1/4/2020), langkah tersebut dilakukan oleh RW Siaga-Covid bersama ketua RT dan warga untuk mencegah meluasnya penyebaran virus covid-19. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Sementara itu untuk cara kerjanya alat ini bekerja secara otomatis ketika keran air atau blower disinfektan dinyalakan maka air akan keluar dengan sendirinya dengan menggunakan sensor.

"Orang masuk ke bilik dari pintu depan, nanti sensor blower gerakan melalui sensor pir, dan kemudian disinfektan di dalam bilik akan menyemprot orang yang ada di dalam, semprotannya pun tak begitu banyak, air yang keluarnya lembut dan bisa merata,  dan ketika orang sudah keluar ini akan mati sendiri," ujarnya.

Di lokasi yang sama Camat Bogor Barat, Juniarti Estiningsih pun mencoba bilik sterilisasi tersebut.

Ia pun mendukung penuh inisiasi dari warga tersebut.

Esti menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh pengurus RT dan RW di Cluster Tajur Agung merupakan hal yang positif dan membantu pencegahan penularan covid-19.

"Ini salah satu proteksi diri pemberdayaan masyarakat yang diakomodir oleh RT dan RW dimana untuk meminimalisir virus ini berkembang dipemukiman dan ini sebagai bukti upaya warga dalam aksi nyata warga dalam pencegahan penularan covid-19," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved