Breaking News:

Teror Virus Corona

Kisah Satu Keluarga Dikucilkan di Kampungnya Dituding Kena Covid-19, Nenek dan Cucunya Nyaris Diusir

Satu keluarga mendapat perlakuan tidak mengenakan dari warga sekitar yang tinggal di kampungnya.

TRIBUN MEDAN / ist
Pemberian sembako kepada satu keluarga yang semula dituding terpapar virus Corona di Tanah Jawa, Simalungun. 

Tak berapa lama, si anak yang berinisial R (26 tahun) pulang ke rumah neneknya.

Adapun terhadap mereka ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena pulang dari daerah lain.

Ilustasi ajakan untuk diam di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19
Ilustasi ajakan untuk diam di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 (Gerd Altmann/Pixabay)

Henri mengatakan hal ini menjadi pembelajaran bagi semua orang agar jangan cepat menuding.

Ia dan camat setempat pun telah sepakat akan melaporkan siapa pun warga yang tega mengusir orang saat berkunjung ke kampung.

"Makanya kalau ada warga yang mau ngusir-ngusir tanpa ada pembicaraan kita laporkan aja ke polisi. Jangan cepat menuding. Kita marilah sama sama belajar," katanya.

Diakuinya, kesalahpahaman ini terjadi karena si R yang dirawat merupakan warga Tanjung Anom, Deliserdang yang langsung dirawat ke RSUP Adam Malik.

Sehingga warga tidak mengetahui kondisi awal.

Kronologi WNA Italia Ada di Sukabumi Berniat Isolasi Diri saat Corona, Ternyata Sudah 2 Minggu

Pasca-isu ini, baik warga dan Forkopimdes kemudian patungan memberikan sembako sekadarnya keluarga tersebut hingga status ODP 14 hari mereka selesai.

Keluarga tersebut diminta melakukan karantina diri demi keamanan semua orang.

Update Kasus Corona Indonesia

Halaman
1234
Penulis: Damanhuri
Editor: khairunnisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved